TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri Teten Bakal Benahi Tata Niaga Produk UMKM

Busthomi
7 August 2020 | 13:04
rubrik: Business Info
Len Industri Jaga UMKM Bandung Raya

Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki berjanji pihaknya bakal menyusun rencana untuk membenahi dan menata terkait tata niaga produk UMKM di seluruh Indonesia. 

Hal ini seperti disampaikan dirinya saat melakukan kunjungan ke para pedagang Pasar Blauran II, di Kota Salatiga, Jawa Tengah, seperti dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

“Kita akan menghubungkan produk UMKM dengan pasar. Misalnya, untuk produk pertanian, sudah harus terhubung dengan pasar sejak masa tanam. Jangan menunggu panen baru mencari pasar,” tandas Tetan di hadapan walikota Salatiga, Yulianto.

Untuk itu, Teten menekankan agar proses digitalisasi UMKM dipercepat karena tren market demand saat ini ada di marketplace online. “Kalau sudah digitalisasi, maka akan terhubung dengan market yang sangat luas. Bahkan, bisa lebih mudah mengakses ke pembiayaan,” ujar Teten.

Hanya saja, Teten mewanti-wanti bila sudah terhubung dengan pasar online harus respon dengan cepat setiap permintaan. Selain itu, kapasitas produksi harus mampu memenuhi permintaan konsumen. “Permintaan di marketplace itu besar. Kita harus siapkan kapasitas produksinya agar mampu mencukupi permintaan,” kata MenkopUKM.

Terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa Bansos Produktif.

Bansos itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. Program akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp2,4 juta. “Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address,” pinta Teten.

Selain itu, Teten mengajak para pedagang Pasar Blauran II untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. Karena dengan bergabungnya di wadah tersebut, bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan dibantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM.

BACA JUGA:   Anak Perusahaan IDEA Dipercaya Kelola Aleesha Venue

Bunga dana bergulir bagi koperasi terbilang sangat murah, yakni 3% per tahun. “Silakan bila ada koperasi di Salatiga yang membutuhkan perkuatan permodalan untuk mengajukan proposal ke LPDB KUMKM,” tandas Teten.

Dalam kesempatan itu, Teten juga menyebutkan akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. Dan sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang dibantu pembangunannya oleh pemerintah.

Foto: Istimewa

Tags: kementerian koperasi dan ukmproduk umkmtata niagaTetan Masdukiumkm
Previous Post

Galeri Foto TOP CSR Awards 2020

Next Post

Maybank Indonesia Terbukti Implementasikan GRC dengan Mumpuni

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR