TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Belanja Pemerintah Genjot Ekonomi RI Kuartal III

Nurdian Akhmad
11 August 2020 | 14:28
rubrik: Ekonomi
Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi Akhir 2019

Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, realisasi belanja pemerintah yang akan banyak terjadi pada kuartal III-2020 diharapkan membawa dampak positif pada kinerja perekonomian nasional hingga akhir tahun. Sebab itu, ia optimistis Indonesia bisa melalui masa sulit akibat pandemi Covid-19.

“Kita berharap belanja pemerintah bisa menopang sebagai pengungkit di kuartal III dan kuartal IV sehingga secara tahunan proyeksinya bisa di atas air atau above the water,” kata Airlangga dalam sambutan webinar ‘Jaga UMKM Indonesia’, Selasa (11/8/2020).

“Kami lihat pembatasan sosial dan fisik itu berdampak pada konsumsi rumah tangga dan kita ketahui konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu market confident dan rasa aman menjadi penting dalam periode seperti ini,” kata dia.

Menurut Airlangga, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus dipertahankan agar tak mengalami resesi. Kontraksi ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 minus sebesar 5,32 persen disebut tidak terlalu dalam seperti yang dialami Inggris, yakni minus 1,7 persen di kuartal I dan minus 19,9 persen di kuartal II.

“Ekonomi Indonesia kuartal II alami kontraksi minus 5,32, kita lihat kontraksi ini juga dialami berbagai negara lain, Indonesia relatif lebih baik dibanding negara lain yang jatuhnya lebih dalam dari Indonesia, termasuk negara seperti Inggris, Hong Kong, Singapura, Turki, Brasil, India,” paparnya.

Airlangga menambahkan sektor yang terdampak selama pandemi covid-19 antara lain sektor perdagangan yang minus tujuh persen dan manufaktur yang minus 6 persen. Situasinya ini akan berubah dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga.

 “kita lihat pembatasan fisik mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia, kuncinya konsumsi masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA:   OJK Dukung PEN melalui Pembiayaan Bagi Daerah

 Menurut Airlangga, sinyal positif bagi ekonomi Indonesia sudah mulai terlihat seperti sektor pertanian yang masih tumbuh 2,19 persen serta sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,88 persen. Selain itu, produktivitas manufaktur juga meningkat yang ditunjukkan kenaikan angka Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia Juli 2020 berada di level 46,9 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya di posisi 39,1.

 “Peningkatan PMI manufaktur, indeks keyakinan konsumen, serta beberapa sektor emiten yang membukukan hasil positif, kami melihat bottom out dari perekonomian Indonesia,” tutur dia.

Tags: belanja pemerintahperekonomian RI
Previous Post

Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit

Next Post

Presiden Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR