Jakarta, TopBusiness – Produsen garmen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengaku mendulang berkah selama pandemi covid-19 ini. Pasalnya, perseroan berhasil mendongkrak kinerja penjualan menjadi US$ 326 juta sepanjang semester I-2020. Angka tersebut naik 15 persen dibandingkan semester I-2019 yang sebesar US$ 284 juta.
Hal ini seperti disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto dalam acara paparan publik secara virtual, di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Menurutnya, konstribusi terbesar dari peningkatan penjualan itu karena didominasi oleh penjualan ekspor yang mencapai sekitar 90 persen. Bahkan tak hanya itu, pertumbuhan penjualan juga terdongkrak oleh penjualan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker selama masa pandemi ini.
“Kami telah berhasil meneruskan produksi selama pandemic ini untuk memenuhi order dari global brands kami. Dan juga beradaptasi untuk membuat divisi yang telah meningkatkan profitability kami di semester I-2020 itu,” terang Anne.
Penjualan ekspor yang tinggi itu, kata dia, juga karena ditopang penjualan ke kawasan Asia yang justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meski untuk negara tujuan pengiriman lain, seperti Amerika Serikat dan Eropa malah menurun.
“Jadi ekspor ke kawasan Asia di semester I-2019, hanya tercatat sebesar US$ 145,6 juta. Namun hingga akhir Juni tahun ini, penjualan ke Asia meningkat menjadi US$ 199 juta,” kata dia.
Untuk pasar AS sendiri, kata dia, mengalami penurunan dari US$ 82,9 juta menjadi US$ 71,8 juta. Demikian halnya penjualan ke kawasan Eropa turun menjadi US$ 43,5 juta dari enam bulan pertama di tahun lalu yang sebanyak US$ 46,7 juta.
Kondisi penjualan yang seperti itu sepanjang semester I-2020 ini, PBRX pun mampu mencetak laba usaha sebesar US$ 25,6 juta, naik 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 19,22 juta. Sedangkan laba sebelum pajak tumbuh 45 persen dari US$ 11,2 juta menjadi US$ 16,2 juta. Namun kinerja tahun ini lebih menguntungkan karena dikontribusi oleh penjualan APD dan masker.
“Kalau dilihat di 2019 lalu, tanpa APD itu sales-nya sebesar US$ 665 juta. Sales tahun ini memang kurang lebih untuk global brands juga sebesar itu, tapi selisihnya itu 10-15 persen karena disumbang dari APD dan masker,” pungkasnya.
Foto: Istimewa
