Jakarta, TopBusiness – Penyebaran virus Covid-19 memberikan dampak bagi dunia usaha, termasuk pelaku UMKM di Indonesia, khususnya Mitra Binaan Program Kemitraan Kimia Farma, terutama sektor food, fashion dan craft. Salah satu dampak yang dirasakan pelaku UMKM adalah menurunnya jumlah penjualan secara drastis.
Untuk itu dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder perekonomian bangsa untuk membantu meningkatkan daya saing pelaku UMKM sebagai solusi kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-49 PT Kimia Farma Tbk dan memperingati Hari UMKM Nasional, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku UMKM, Kimia Farma selaku BUMN Farmasi mengadakan kegiatan Live Seminar Nasional Digital dengan tema “Mendongkrak Omzet UMKM melalui Dunia Digital di Masa New Normal”.

Kegiatan Live Seminar ini diisi oleh narasumber yang handal di bidangnya, antara lain; Loto Srinaita Ginting (Staf Ahli Bidang Keuangan Dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN), Sunil Tolani (Entrepreneur, Startup Business Mentor, NLP Practioner dan Pakar Digital Marketing), Garniasih (pakar Digital Branding Digital Branding Strategist LAB.ID), Hendy Setiono (Motivator dan Owner Kebab Baba Raffi), Aidil Wicaksono (Gapura Digital & Womenwill Google Indonesia), dan Ivander Wijaya (Senior Lead RGX Tokopedia Sumatera – Greater Jakarta Area).
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (13/8/2020), program kemitraan di Kimia Farma terdiri atas beberapa sektor, yaitu sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan jasa. Hingga saat ini jumlah Mitra Binaan aktif Kimia Farma di seluruh Indonesia sebanyak 958 Mitra Binaan sedangkan jumlah Mitra Binaan Kimia Farma untuk sektor food, fashion & craft sebanyak 241 mitra binaan.
Selain itu, Kimia Farma juga memiliki program CSR, yaitu Program tanggung jawab sosial perusahaan, yang dirancang sendiri oleh Kimia Farma sesuai dengan bisnis perusahaan. Diantaranya seperti Klinik Apung dan BASECAMP (Beasiswa Social Project Camp).
