TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BKF: RI Lebih Tahan Krisis Ketimbang Negara Tetangga

Nurdian Akhmad
20 August 2020 | 08:14
rubrik: Ekonomi
Laju Ekonomi RI Kuartal II Melambat

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai perekonomian Indonesia lebih mampu bertahan dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Sejumlah negara ini mengalami pertumbuhan negatif hingga belasan persen karena pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjaga agar ekonomi tidak jatuh terlalu dalam sambil memberikan perlindungan bagi masyarakat rentan agar angka kemiskinan dan pengangguran tidak melonjak. Meskipun tantangan ini diprediksi berlanjut di tahun depan.

“Dengan ini kita harap kita tumbuh tidak negatif terlalu dalam dan yang paling utama memberikan bantalan kepada masyarakat rentan. Ini tantangan 2021, covid-19 belum hilang, kita harus punya rencana dan arah, kita harus punya APBN dan postur, kita harus selalu fokuskan belanja kepada yang paling rentan,” kata Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu di Jakarta seperti dikutip, Kamis (20/8/2020).

Meski demikan, kata dia, potensi Indonesia untuk mengalami resesi seperti yang dialami oleh negara lain masih ada. Bahkan pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan akan tumbuh negatif. “Tekanan resesi masih makin ada, jadi peluang tahun ini tumbuh negatif cukup besar,” kata Febrio.

Tahun ini, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada antara minus 1,1 persen sampai dengan 0,2 persen. Perkiraan ini lebih rendah setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 tercatat tumbuh minus 5,32 persen.

Menurut dia, kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19 ini memang tidak mudah. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sekitar lima persen. Sementara imbas pandemi ini, ekonomi bisa nol persen atau lebih rendah.

“Tahun ini kita mengarah ke nol persen dan bisa di bawah nol persen. Ini berarti orang miskin dan pengangguran baru harus kita tekan, kalau bicara angka saja ini akan menghilangkan cerita besar dari kontraksi ekonomi,” jelas dia.

BACA JUGA:   Capres Perlu Sukarela Umumkan Pajak
Tags: badan kebijakan fiskalBKFkrisis ekonomi
Previous Post

Edukasi Virtual, Smartfren Gandeng YouTuber Game

Next Post

Biznet Kini Punya Kantor Pusat Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR