Jakarta, TopBusiness – Bank BTN selama sepekan sejak 22 Agustus hingga 30 Agustus 2020 menggelar ajang Indonesia Property Expo 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pameran properti kali ini dihelat melalui platform digital berkonsep virtual 4D yang dapat menyediakan berbagai pilihan hunian untuk ditempati maupun investasi.
Untuk mengunjungi pameran yang diikuti lebih dari 200 pengembang ini, masyarakat bisa mengakses situs ipex.btnproperti.co.id. Pengunjung dapat masuk ke situs tersebut lalu memilih wilayah serta rumah yang diajukan. Kemudian, calon pembeli hunian dapat langsung membayar booking fee serta mengajukan KPR secara online melalui btnproperti.co.id.
Dalam pembukaan acara Pameran Indonesia Property Virtual Expo 2020, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat Basuki Hadimuljono berharap pameran ini dapat menggerakkan industri perumahan di Indonesia. Sebab, industri perumahan melibatkan lebih dari 140 sektor mulai dari paku, semen, papan, genteng, keramik, dan lainnya.
” Perlu upaya menggerakkan sektor perumahan dengan sekuat tenaga. Karena nantinya kan mempengaruhi produktivitas masyarakat kita,” kata Basuki dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (23/8/2020).
Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan pameran kali ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perumahan pada 25 Agustus 2020 nanti. Selain itu, pameran ini juga diharapkan dapat menggairahkan sektor properti khususnya perumahan.
Pameran yang diikuti 220 developer dengan menghadirkan perumahan bersubsidi dan non-subsidi juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Indonesia. Apalagi kurang lebih 170 sektor terkait dalam industri properti. “Mudah-mudahan hari ini bisa menjadi momentum positif untuk bisa meningkatkan minat beli rumah.”
Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN Susantyo mengatakan properti memliki multiplier effect pada sektor lain. Dengan adanya pembangunan properti, perekonomian suatu daerah bisa terdorong karena perbaikan infrastruktur maupun peningkatan akses produksi dan distribusi.
Selain itu, sektor properti merupakan tulang punggung penerimaan negara dan jadi parameter penting dalam laju perekonomian. Data Kementerian Keuangan menunjukkan sektor konstruksi dan properti pada 2019 lalu telah menyumbang penerimaan negara dari sisi perpajakan 6,4 persen.
Hanya saja, pada awal 2020, penerimaan negara dari sektor konstruksi dan properti menurun tajam dan cenderung minus. “Sektor properti bisa menyumbang geliat ekonomi yang saat ini jadi perhatian pemerintah,” kata Susantyo.
