TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kelas Daring, Orangtua Tidak Darting, Kiat Bertahan Sekolah Swasta di Masa Pandemi

Nurdian Akhmad
23 August 2020 | 15:54
rubrik: Article
Kelas Daring, Orangtua Tidak Darting, Kiat Bertahan Sekolah Swasta di Masa Pandemi
Share on FacebookShare on Twitter

Kelas-kelas di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nafiri Study Center di APL Tower, Lantai 8, Central Park, Jakarta Barat kini tak lagi ramai dengan celotehan para siswanya. Tak ada lagi kesibukan berdiskusi dengan guru dan teman kelompok, membaca buku-buku panduan pembelajaran yang bisa dipilih sesuai minat serta aktivitas aneka material yang bisa dieksplorasi seperti tepung, cairan pencuci piring hingga kertas bekas.

Kelas kini berpindah ke layar laptop yang menyala di kelas, menampillkan wajah guru yang membawakan aneka aktivitas, terhubung dengan monitor atau tablet milik siswa di rumah. Namun, keseruan tetap terjalin dan seperti hari-hari biasanya, kelas terhubung dengan dunia nyata. Sekolah berikhtiar, guru mengerahkan kreatifitasnya dan orang tua yang sejak awal diposisikan sebagai mitra pun ikut mendukung.

Ketika Agustus lalu tahun ajaran baru dibuka, maka saat Zoom dinyalakan, diskusi yang mengemuka di kelas-kelas daring PAUD dan SD adalah tentang new normal alias adaptasi kenormalan baru yang saat itu diberlakukan menggantikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Sementara, di tingkat SMP dan SMA diskusi bahkan berujung proyek pembuatan materi kampanye tentang pentingnya memakai masker, menjaga jarak dan kebiasaan mencuci tangan yang tak boleh luntur ketika beberapa aktivitas dan lokasi yang sebelumnya terlarang, dibuka kembali.

Tahun ajaran baru yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya itu pun kemudian menghadirkan penguatan pemahaman dan kewaspadaaan pada Covid-19, sekaligus memvalidasi mengapa para siswa masih belum bisa berjumpa langsung guru dan teman-teman sekelasnya.

Kombinasi antara konsep pengajaran daring yang selaras dengan kampanye Merdeka Belajar Kemendikbud agar anak tak semata dipacu aspek akademis, namun lebih dipacu kreatifitas dan inovasinya, dengan keterlibatan orang tua atas panduan sekolah, sukses meraih Apresiasi Praktik Baik Sambut Tahun Ajaran Baru  2020/2021 yang diselenggarakan Kemendikbud.

BACA JUGA:   Rekomendasi ITS untuk Kebijakan Pemanfaatan Limbah Industri Pupuk

Video yang mendapat penghargaan itu tayang di Instagram Nafiri Study Center pada 29 Juli 2020 itu memaparkan strategi sekolah yang mengusung semboyan Touch The Heart, Teach The Mind.

Tags: sekolah daring
Previous Post

Pemerintah Bebaskan PPN Kertas untuk Media Massa

Next Post

BTN Gelar Pameran Properti Virtual, Yuk Kunjungi!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR