Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi akhir perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak turun. Pasalnya, sentimen bursa saham Asia bergerak negatif.
Dalam riset harian dari samuel sekuritas Indonesia di laman samuel.co.id, di Jakarta, Senin (24/08/2020), memperlihatkan bahwa pasar Amerika ditutup menguat pada hari Jumat pekan lalu, didukung oleh positifnya data ekonomi yang dirilis, walaupun volume perdagangan relatif tipis dan lebih bergantung kepada beberapa saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
S&P 500 kembali mencatatkan rekor tertinggi setelah kembali menguat 0,3%, sedangkan dow menguat 0,7% dan Nasdaq menguat 0,4% setelah sempat menyentuh level tertingginya di hari Jumat. Secara mingguan, Dow bergerak flat, S&P 500 menguat 0,7%, namun Nasdaq menguat 2,7%. Sementara itu, data dari IHS PMI dari AS untuk Agustus lebih baik dari perkiraan dan berada di level 53,6, tertinggi dalam 19 bulan dan naik dari Juli di 50,9. Sedangkan indeks sektor jasa juga naik ke level 54.8 untuk Agustus, tertinggi dalam 17 bulan dan naik dari Juli di level 50. Sementara data penjualan rumah juga naik +24.7% antara Juni dan Juli.
Pasar di Indonesia tutup pada Kamis dan Jumat minggu lalu setelah mengalami penurunan 0,42% pada hari Rabu menjadi 5.272,8. Rabu lalu juga disertai dengan Rapat Dewan Gubernur BI yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI7DRR di level 4%. Selain itu juga terdapat rilis kinerja 1H20 dari 2 bank besar, BMRI dan BBRI menyusul BBNI sehari sebelumnya. Investor asing sendiri mencatatkan net sell pada pasar reguler sebesar Rp 319,9 miliar.
“Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,16% dan Kospi melemah 0,29%. Kami perkirakan IHSG berpeluang melemah hari ini setelah libur 2 hari pada minggu lalu,” demikian tersebut.
Fotographer: Rendy MR
