Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sepanjang Januari hingga Juni 2020 mengalami penurunan volume penjualan rokok sebesar 8,8%. Dengan begitu sepanjang periode tersebut penjualan perseroan menjadi 42,5 miliar batang pada periode Januari hingga Juni 2020. Hal ini seiring merebaknya pandemi Covid-19.
Seperti disebutkan, dalam pemaparan manajemen Gudang Garam dalam acara public expose LIVE yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk kategori Sigaret Kretek Mesin full flavour (SKM FF) turun 6,6% menjadi 35,8 miliar batang, dan Sigaret Kretek Mesin rendah tar nikotin (SMK LTN) merosot 45,6% menjadi 2,3 miliar batang.
“Sigaret Kretek Tangan (SKT) merupakan segmen satu-satunya yang mencatat pertumbuhan, yaitu 7,5% menjadi 4,5 miliar batang,” jelas manajemen GGRM, seperti dikutip, Selasa (25/8/2020).
Penurunan ini sejalan dengan melemahnya penjualan secara industri. Berdasarkan data riset pasar Nielsen yang dikutip Gudang Garam, total volume penjualan industri turun 12,8% menjadi 110.4 miliar batang.
Kondisi tersebut berdampak terhadap pertumbuhan tipis pendapatan usaha, yaitu sebesar 1,7% menjadi Rp53,7 triliun dibanding Rp52,7 triliun ketimbang di semester I-2019. Namun pertumbuhan pendapatan tersebut lebih karena adanya kenaikan harga penjualan.
Selain itu, terkait beban cukai, termasuk PPN dan pajak rokok juga mengalami peningkatan. Dengan begitu, totalnya mencapai 79,5% dari total biaya penjualan perseroan di sepanjang semester I-2020, sedikit meningkat dibanding 78,4% pada periode sama tahun lalu.
Sedangkan untuk laba brutonya turun 13% menjadi Rp8,7 triliun dari sebelumnya Rp10 triliun. Dengan penghasilan komprehensif di semester I-2020 ini tercatat merosot 10,7% dari Rp4,3 triliun menjadi Rp3,8 triliun.
Lebih jauh ke depannya, disebutkan manajemen GGRM, dampak pandemi Covid-19 telah membuat tantangan semakin berat. Hal ini karena daya beli masyarakat tertekan, terutama kalangan bawah. Sehingga pihaknya akan terus memantau dampak dari Covid-19 ini.
Foto: Istimewa
