TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Properti, Krisis 2020 Tak Seberat 1998

Achmad Adhito
28 August 2020 | 18:38
rubrik: Ekonomi
FOTO – Peningkatan SDM Konstruksi Indonesia

Jakarta, TopBusiness—Pengamat properti, Alvin Andronicus, mengatakan hari ini di Jakarta, bahwa untuk sektor properti, dampak krisis akibat Covid-19, masih lebih ringan daripada saat krisis moneter 1998.

“Kalau tahun 1998, itu kita mengalami krisis multidimensi. Saat itu, krisis moneter, kita alami bersamaan dengan krisis politik,” kata Alvin dalam suatu diskusi via internet, yang digelar AKR Land.

Berbeda dengan tahun 1998, krisis akibat Covid-19 saat ini, tidak bersifat multidimensi. Akan tetapi, krisis Covid-19 itu mengakibatkan hambatan pada industri. Termasuk di situ adalah industri properti. “Saat ini, rasio kredit bermasalah di 3%-an. Akan tetapi, industri properti terus bergerak,” kata dia.

Krisis Covid-19 pun menimbulkan gangguan arus kas pada sejumlah industri properti. Contoh hal tersebut adalah adanya pengembang properti yang harus menunda pembayaran obligasi, mengalami penurunan laba, dan lain-lain.

Pada diskusi yang sama, Direktur Ekspansi Trans Retail Indonesia, Herman Budi Susilo, memprediksi tentang pemulihan properti dan bisnis ritel, dari dampak Covid-19. Dalam hal ini, ada hubungan paralel antara pulihnya konsumsi masyarakat dengan pulihnya properti atau pun bisnis ritel.

Stimulus dari pemerintah Indonesia berperan kepada pemulihan konsumsi masyarakat. Itu misalnya gaji ke-13 untuk ASN (aparatur sipil negara), bantuan untuk karyawan swasta bergaji di bawah Rp 5 juta, dan lain-lain.

Lebih lanjut, Herman mengatakan bahwa ketersediaan vaksin Covid-19, menentukan dalam pemulihan industri. “Kini ada dilema antara percepatan perbaikan ekonomi dengan penanganan Covid-19. Itulah yang diistilahkan presiden RI dengan ‘berdampingan dengan Covid-19’,” kata Herman.

Yang menjadi kunci dalam hal itu adalah kesanggupan masyarakat beradaptasi dengan situasi Covid-19, kata dia.

Foto: Rendy MR/TopBusiness

BACA JUGA:   Mayoritas Pelaku Perjalanan Setuju Vaksinasi Disyaratkan
Tags: dampak covid-19sektor properti
Previous Post

PDAM Jayapura Siap Air Bersih PON

Next Post

Hutama Karya Terapkan Creatif Financing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR