Jakarta, TopBusiness – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Buana Mitra Perwira memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang TOP BUMD Awards 2020 dihelat di Grand Ballroom, Hotel Sultan , Jakarta. Kamis (27/8/2020). Dua penghargaan itu adalah TOP BUMD Awards #Star 4 dan TOP CEO BUMD 2020 yang diberikan kepada Sri Aprilliawati Maftukhah selaku Direktur Utama BPRS Buana Mitra Perwira.
Ajang penghargaan TOP BUMD Awards 2020 digelar oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai.
Kegiatan TOP BUMD Awards ini diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Acara penganugerahan TOP BUMD Awards diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan, dan dihadiri oleh 470 peserta (masih di bawah 50 persen kapasitas ballroom).
Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah sebagai berikut: Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di era New Normal. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keynote speech di acara yang dihadiri para para gubernur, bupati dan walikota, maupun Sekretaris Daerah, selaku Pembina BUMD dari seluruh Indonesia, para CEO, direktur, dewan Komisaris dan dewan pengawas BUMD.
M. Lutfi Handayani, ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2020, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, memaparkan, TOP BUMD Awards 2020 diikuti oleh 163 BUMD finalis dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Jumlah itu meningkat 7 persen, dibanding tahun 2019 sebanyak 152 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk Wawancara Penjurian, yang telah diselenggarakan secara online, sejak 16 Maret – 8 Juni 2020 secara Online.
Ada 8 Profesor dan beberapa Doktor diantara 30 Dewan Juri yang juga pakar dan ahli dibidang manajemen Bisnis dan BUMD, yang melakukan penilaian dalam TOP BUMD Awards ini. Lutfi menjelaskan bahwa TOP BUMD Awards, Insya Allah merupakan kegiatan award BUMD terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business sejak 2016.
Mulai tahun 2020 ini, majalah Top Business menyelenggarakan TOP BUMD Awards, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), dan beberapa asosiasi dan konsultan bisnis. “Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP BUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang Terbesar, Paling Kredibel, Paling Bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi dalam sambutannya di depan ratusan finalis TOP BUMD Awards 2020.
Sementara itu, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, selaku Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards 2929 memaparkan bahwa kriteria utama penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri, mengacu pada tiga aspek penting, yakni pertama, aspek Pencapaian Kinerja (atau achievement); kedua, aspek Peningkatan (atau improvement); dan ketiga, aspek kontribusi (atau contribution) BUMD dalam pembangunan di daerah yang dilakukan dalam 1-2 tahun terakhir.
“Tentu, tiga kriteria utama tersebut, menjadi dasar penilaian dan penentuan level Bintang 1-5, Penghargaan BUMD, dalam TOP BUMD Awards ini,” ujar Prof Djohermansyah dalam sambutannya di depan finalis TOP BUMD Awards.
Dewan Juri juga menetapkan penghargaan TOP Pembina BUMD 2020. Penghargaan TOP Pembina BUMD diberikan kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) yang BUMD-nya mendapat penghargaan dalam kegiatan TOP BUMD Awards 2020 ini. Penghargaan ini diberikan karena Dewan Juri menilai, bahwa keberhasilan kinerja BUMD, tentu tidak lepas dari dukungan dan peran Kepala Daerahnya.
Selain itu, Prof Djo, panggilan akrab Ketua Dewan Juri menjelaskan beberapa temuan menarik selama proses penjurian berlangsung, sekaligus rekomendasi yang perlu kita perhatikan bersama.
Pertama, semua BUMD relatif sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi dampak Pandemi COVID-19, namun perlu disusun dalam bentuk dokumen Business Continuity (panduan Keberlangsungan Bisnis) di era New Normal. Kedua, Generasi Millenial, mulai tertarik masuk ke BUMD. Lalu yang ketiga, semakin banyak BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan renternir / pelepas uang. Keempat, hampir semua PDAM, concern dalam hal penggunaan Teknologi Informasi, walau Sebagian masih perlu ditingkatan. Kelima, BPD banyak melakukan sinergi dan inovasi produk.
Terobosan BPRS Buana Mitra Perwira
Penghargaan itu tentu tak lepas dari sejumlah langkah terobosan yang dilakukan manajemen BPRS Buana Mitra Perwira dalam melayani masyarakat dan meningkatkan kinerja perusahaan. Sebagai bank milik pemerintah daerah yang menyediakan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh akses keuangan secara syariah, BPRS Buana Mitra Perwira juga merupakan bank daerah pertama yang memiliki halal center hasil kerja sama langsung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.
Demikian pernyataan Sri Aprilliawati Maftukhah selaku Direktur Utama BPRS Buana Mitra Perwira dalam acara penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang berlangsung secara virtual pada 8 April 2020 lalu. “Kerjasama dengan BPJPH menjadikan kami sebagai sebagai bank pertama di Purbalingga yang memiliki halal center. Melalui program tersebut, kami membebrikan edukasi-edukasi bagaiman produk yang halal serta bagaimana membantu masyrakat untuk mendapatkan sertifikat halal,” ungkapnya.
Masih menurut Sri, Kerjasama dengan BPJPH bagian dari strategi meningkatkan nasabah yang sudah menjadi road map manajemen. “Dengan pola ini, kami bisa memiliki data-data UMKM sehingga kami bisa terkoneksi langsung untuk menawarkan produk-produk perusahaan,” tuturnya.
Selain strategi tersebut, lanjut Sri, ada beberapa strategi utama dalam meningkatkan nasabah, yakni Gerebek Pasar dan Gerebek Instansi. Gerebek pasar dilakukan di beberapa pasar di Kab Purbalingga dengan melakukan penjelasan ke penjual langsung (one to one). Demikian pula dengan Gerebek Instansi, yakni mendatangi salah satu instansi di Kab Purbalingga dengan melakukan penawaran-penawaran melalui table to table.
“Dari pola ini, hasilnya adalah para pedagang bergabung dengan kami. Begitupun dengan beberapa instansi, dari meja ke meja melakukan penawaran, terbukti menambah mitra yang bergabung. Semua para mitra tersebut dilayanai dengan real time,” imbuhnya.
Untuk diketahui, capaian prestasi BPRS Buana Mitra Perwira pada 2019 mengalami kenaikan. Hal ini dapat terlihat dari perkembangan lima tahunan. Pada 2014 jumlah asset sebesar Rp 71 milyar dan naik menjadi Rp 166 miliar di akhir 2019 (tumbuh 133 persen). Sedangkan dana pihak ketiga pada akhir 2014 Rp 60 miliar, dan akhir 2019 sebesar Rp 146 miliar (tumbuh 143 persen). Pembiayaan pada 2014 sebesar Rp 47 miliar, akhir 2019 sebesar Rp 127 miliar (tumbuh 170 persen). Hal ini juga selaras dengan pertumbuhan laba semakin positif, dibandingkan 2014 sebesar Rp 1,4 miliar, pada 2019 Rp 3 miliar.
