TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saham-saham Wall Street Kian Menguat

Nurdian Akhmad
15 May 2015 | 11:36
rubrik: Business Info

wall-street-131227cNEW YORK-businessnews.id:   Saham-saham di Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 melesat ke rekor penutupan tertinggi baru pada Kamis atau Jumat (15/05/2015). Itu terdorong kenaikan kuat saham Apple, Facebook dan saham teknologi lainnya.

Ukuran pasar lebih luas, S&P 500 naik 22,62 poin (1,08 persen) menjadi berakhir di 2.121,10, lebih dari tiga poin di atas rekor sebelumnya pada 2.117,69 yang ditetapkan pada 24 April. Indeks Dow Jones Industrial Average melompat 191,75 poin (1,06 persen) menjadi ditutup pada 18.252,24, sedangkan indeks komposit Nasdaq bertambah 69,10 poin (1,39 persen) menjadi 5.050,80.

Analis mengatakan lonjakan saham sebagian disebabkan faktor teknis, seperti kemampuan pasar untuk reli awal pekan ini karena indeks “bermain mata” dengan tingkat penting di ujung bawah dari rentang perdagangan baru-baru ini. Rekor baru S&P 500 mencerminkan ketahanan pasar saham AS berkat kebijakan moneter longgar dan walaupun data AS lesu, karena laporan pada Rabu menunjukkan penjualan ritel datar pada April.

Apple, perusahaan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, melonjak 2,3 persen. Keuntungan besar lainnya diraih Facebook naik 3,7 persen, Microsoft naik 2,3 persen dan banyak saham bioteknologi, termasuk Gilead Sciences yang bertambah 2,2 persen.

Raksasa ritel Wal-Mart Stores naik 0,7 persen karena meluncurkan sebuah program uji caba di AS memberikan pelanggan daring (online) pengiriman barang tak terbatas untuk US$50 per tahun, memasukkannya ke dalam persaingan langsung dengan layanan ‘premium’ Amazon.

Jaringan toko serba ada Kohl menjadi pengecer besar terbaru yang melaporkan hasil mengecewakan, jatuh 13,3 persen setelah penjualan kuartal pertamanya US$4,12 miliar, di bawah US$4,19 miliar yang diproyeksikan oleh para analis. Pengecer lainnya yang jatuh termasuk Target turun 3,2 persen, dan Best Buy turun 3,8 persen. (endy)

BACA JUGA:   Penyelesaian Bertahap Tol Serang-Panimbang Demi Kelancaran Akses Banten
Tags: Waal Street
Previous Post

April 2015, Harga Minyak Mentah Indonesia Anjlok

Next Post

Pembangunan Apartemen Marak di Pinggiran Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR