TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pembangunan Apartemen Marak di Pinggiran Jakarta

Nurdian Akhmad
15 May 2015 | 11:45
rubrik: Capital Market

pembangunan gedungJAKARTA-businessnews.id: Dari 22 proyek apartemen yang dicatat Cushman & Wakefield, mayoritas merebak ke pinggiran Jakarta, khususnya di Bekasi. Pinggiran Jakarta menjadi incaran karena lebih memungkinkan membangun apartemen segmen menengah yang harganya berkisar Rp 300-500 juta per unit. Ketersediaan lahan yang lebih besar dibandingkan Jakarta menjadi salah satu kelebihan proyek yang berada di pinggiran.

“Bekasi adalah kontributor utama dari pasokan tersebut, yaitu menyumbang sekitar 30,7% atau 5.010 unit,” ujar Head of Research & Advisory PT Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo.

Dia menjelaskan, pasokan kondominum di wilayah Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Debotabek) meningkat sebagai respons dari tingginya permintaan atas permukiman layak yang terjangkau. Harga perumahan tapak dan apartemen di Jakarta saat ini menjadi semakin mahal dan sulit untuk dijangkau oleh masyarakat tertentu.

“Developer menangkap permintaan ini dan mengembangkan apartemen yang lebih terjangkau di wilayah sekitar Jakarta yang memiliki harga tanah yang lebih rendah,” paparnya seperti dilansir beritasatu.com, Jumat (15/5/2015).

Menurut Direktur Pengembangan dan Penjualan PT Adhi Persada Properti R Pulung Prahasto, harga tanah di Jakarta sudah tidak terjangkau dan sudah tidak ada yang layak dipakai untuk apartemen yang harganya terjangkau mayoritas konsumen. Oleh karena itu, pengembang melirik pinggir Jakarta.

“Kami menggarap sejumlah proyek di pinggiran Jakarta, salah satunya Grand Dhika Jatiwarna, Bekasi. Apartemen kami di Grand Dhika Jatiwarna, yakni Tower Emerald sebanyak 843 unit dalam waktu tiga bulan sudah terjual 30 persen atau hampir 300 unit,” jelasnya.

Saat ini, harga apartemen tersebut sudah mencapai Rp 380 jutaan per unit. Sedangkan target penyelesaian proyek dipatok pada akhir 2017. Lokasi yang paling diminati di Bekasi, tambah dia, adalah proyek yang letaknya di dekat pintu jalan tol.
Bahkan, katanya, ada pembeli apartemen yang sudah punya rumah di Bekasi Utara, namun lokasinya jauh dari tol sehingga untuk menuju ke Jakarta terkena stress kemacetan lalu lintas. “Mereka berinisiatif membeli dan tinggal di apartemen, Sabtu atau Minggu barulah pulang ke rumah,” kata Pulung.

BACA JUGA:   IHSG Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin Pagi, Tekanan Jual Mendominasi Pasar

Direktur Utama Gapura Prima Group, Rudy Margono, prospek kondominium di sekitar Jakarta masih cukup cerah. Hal itu sudah dirasakan Gapura Prima untuk proyek di kawasan Jalan Baru Bogor, yakni Bogor Icon. Sedangkan untuk proyek Bhuvana Hotel and Residence, Ciawi, kondisinya tidak jauh berbeda.

“Proyek ini memiliki potensi bisnis yang cukup baik. Saat ini, proses pembangunan mencapai tahap tender struktur dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2017,” paparnya. (endy)

Tags: apartemen
Previous Post

Saham-saham Wall Street Kian Menguat

Next Post

April 2015, Neraca Perdagangan Surplus US$ 450 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR