Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan Selasa (01/09/2020) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih melanjutkan pelemahan. Pasalnya, Wall Street terkoreksi.
Dalam riset harian samuel sekuritas Indonesia, via website samuel.co.id, di Jakarta, dijelaskan bahwa semalam bursa Amerika ditutup variatif. Dow Jones minus 0,79%, S&P 500 0,23% dan Nasdaq plus 0,68%. Kinerja bulan Agustus tahun ini menjadi yang terbaik bagi S&P 500 sejak 1986 dan bagi Dow Jones sejak 1984, serta Nasdaq kembali mencetak level tertinggi.
Dari Asia, perdagangan Senin (31/8/2020) kemarin. Beberapa bursa utama Asia ditutup variatif. Misalnya, Nikkei plus 1,12%, Hang Seng minus 0,96%, Kospi 1,17% dan Shanghai 0,24%. Sementara IHSG ditutup turun 2,02% ke level 5.238 ditengah net sell asing sebesar Rp 1,8 triliun di pasar reguler. Indeks EIDO ditutup turun 3,11% ke level 19,61. Pelaku pasar mencermati rebalancing pengurangan bobot Indonesia pada indeks MSCI.
Hari ini akan ada rilis data, diantaranya, Markit manufacturing Indonesia PMI bulan Agustus telah kembali ke level 50,8 (prev: 46.9). Kemudian disusul rilis data Caixin manufacturing PMI Aug China (cons: 52,6; prev: 52,8). Menjelang siang akan rilis data inflasi Indonesia bulan Agustus 2020 dengan prediksi konsensus Trading Economic: 0,01% mom; 1,4% yoy. Kendati diproyeksi positif, namun bila data inflasi menunjukkan angka negatif, maka Indonesia kembali deflasi 2 bulan berturut-turut. Hal ini menjadi indikator ekonomi yang belum pulih. Dari Amerika nanti malam akan rilis data markit manufacturing PMI bulan Agustus (cons: 53,6; prev: 50,9).
Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona negatif 0,26%, namun Indeks Kospi dibuka dan diperdagangankan di zona positif plus 1,05%. “Kami proyeksi IHSG pada perdagangan hari ini akan melemah,” demikian tersebut.
Fotographer: Rendy MR
