Jakarta, TopBusiness – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melepas sekitar 131,9 juta sahamnya di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai Rp 213,6 miliar. Penjualan saham yang dilakukan pada 31 Agustus 2020 ini bertujuan untuk kegiatan divestasi.
Dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (8/9/2020), Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan Saratoga Investama Sedaya Juan Akbar Indraseno mengatakan, sebelum adanya transaksi, perseroan memiliki sekitar 4,32 miliar unit saham atau 19,74% saham di Merdeka Copper.
Namun setelah adanya transaksi, kepemilikan saham Saratoga di Merdeka Copper berkurang menjadi 4,18 miliar unit saham atau 19,13%. Adapun jumlah saham yang dijual sebanyak 131,9 juta unit dengan harga penjualan Rp 1.620. Dengan harga penjualan tersebut, Saratoga bisa meraup dana sebesar Rp 213,6 miliar.
Berdasarkan informasi publik perseroan, Merdeka Copper adalah salah satu sumber pertumbuhan Saratoga. Selain berinvestasi pada Merdeka Copper, perseroan juga berinvestasi pada PT Provident Agro Tbk (PALM) yang bergerak dalam bidang perkebunan dan Integra Resources di bidang minyak bumi dan gas.
Kemudian, di sektor infrastruktur, perseroan berinvestasi di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), PT Mulia Bosco Logistik, PT Seroja Investment dan PT Nusa Raya Cipta. Di sektor konsumen, perseroan berinvestasi di Rumah Sakit Awal Bros, Deltomed, PT Gilang Agung Persada, Provident Growth Fund dan SC Technology Investment.
Secara total, nilai investasi Saratoga pada 2019 mencapai Rp 1,14 triliun. Sedangkan kegiatan divestasi mencapai Rp 450 miliar. Kegiatan investasi dan divestasi ini menurun dibandingkan 2018 yang mencapai masing-masing Rp 1,36 triliun dan Rp 558 miliar.
Meski demikian, perseroan masih bisa mendapatkan keuntungan dari investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar Rp 6,22 triliun pada 2019. Keuntungan ini membuat perseroan bisa meraup laba sebesar Rp 7,37 triliun atau meningkat 219% dibandingkan 2018 yang merugi Rp 6,19 triliun. Sementara hingga semester I-2020, perseroan tercatat berinvestasi di perusahaan Australia, Sihayo Gold Plc dengan kepemilikan 14,89%.
Secara total, investasi pada saham Saratoga mencapai Rp 21,95 triliun pada Juni 2020. Sedangkan investasi pada efek ekuitas lainnya mencapai Rp 1,09 triliun. Berbeda pada 2019 yang mencatatkan keuntungan investasi sebesr Rp 6,22 triliun, perseroan justru menderita kerugian investasi sebesar Rp 2,8 triliun pada semester I-2020. Kerugian ini berimbas pada perolehan laba perseroan yang tercatat merugi sebesar Rp 2,08 triliun atau berbanding terbalik dibandingkan periode semester I-2019 yang untung Rp 3,16 triliun.
