Jakarta, TopBusiness—Pada saat dampak Covid-19 masih terasa untuk sektor properti, beberapa hal yang menunjukkan adanya pergerakan pasar tersebut masih terjadi. Contoh hal tersebut ditemui di Medan.
“Di Medan, transaksi properti oleh broker malah omsetnya naik. Dan itu digerakkan oleh pasar sekunder,” kata Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Lukas Bong, di Jakarta hari ini.
Menyampaikan sambutan pada pembukaan Mandiri Festival Properti Indonesia yang digelar Grup 99.co, Lukas mengatakan bahwa di Medan, cukup banyak pemilik properti yang menjual properti. Itu dengan harga lebih murah daripada harga pasaran. Dan hal inilah yang membuat ramainya pergerakan transaksi oleh broker properti di Medan.
Lukas pun menunjukkan contoh lain adanya pergerakan pasar properti saat dampak Covid-19. Yakni, pada beberapa proyek properti di sekitar Jakarta yang diluncurkan saat Covid-19, penjualannya pun bagus.
“Jadi, marilah kita yakini bahwa saat berjalannya dampak Covid-19, masih ada peluang,” Lukas menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President Bank Mandiri, Ignatius Susatyo, mengatakan bahwa di tengah kondisi Covid-19, pihaknya selalu berupaya untuk dapat berkontribusi ke negara. “Dan festival properti secara virtual ini bisa membantu mendorong ekonomi nasional,” kata dia.
Susatyo mengatakan, industri properti nasional punya efek berganda kepada perekonomian. Dan sekitar 70% dari pembeli properti hunian, menggunakan fasilitas kredit perbankan.
Oleh karena itu, Bank Mandiri dalam Mandiri Festival Properti Indonesia, menawarkan sejumlah keringanan lewat kerja sama dengan pengembang properti. Itu antara lain bunga tetap yang bisa sampai 10 tahun, potongan 20% biaya provisi, dan lain-lain. “Harapan kami, masyarakat bisa mendapatkan pengalaman baru dalam mencari properti, cukup lewat peranti seperti ponsel,” papar dia.
Foto: Rendi MR/TopBusiness
