Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Jumat (11/09/2020) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih dalam zona merah. Sebab, isu domestik masih mendominasi pemikiran pelaku pasar modal.
Dalam samuel.co.id, riset harian samuel sekuritas Indonesia, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa perdagangan pasar saham Amerika kembali ditutup melemah dengan S&P 500 turun 1,76%, Dow Jones 1,45% dan Nasdaq 1,99%. Di sisi lain, yield 10Y Treasury AS masih bergerak sideways di level 0,682%. Akhir pekan ini terdapat data penting yaitu Inflation Rate periode Agustus (prev: 1%, cons: 1,2%).
Tergambar juga, IHSG mengalami koreksi tajam pada perdagangan kemarin, turun 5,01% ke level 4.891,5 menyusul pengumuman pemberlakuan kembali PSBB seperti awal pandemi lalu oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang akan dimulai pekan depan. Investor asing turut melakukan net sell sebanyak Rp 668,8 miliar koreksi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya telah meminta Anies untuk menerapkan jam kerja lebih fleksibel yaitu 50% di rumah 50% di kantor. Selain itu, ia juga meminta untuk evaluasi kembali kebijakan ganjil genap di sektor transportasi yang kembali diterapkan sebelum memberlakukan PSBB seperti awal pandemi kembali.
Pagi ini bursa regional Nikkei dan Kospi melemah tipis (0,14% dan 0,18%). “Sementara kami melihat isu domestik masih mendominasi pergerakan pasar di akhir pekan ini dan menekan pergerakan IHSG,” demikian tersebut.
Fotographer: Rendy MR
