IPO, Distributor Seafood Kantongi Rp41,16 Miliar

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) secara resmi melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) secara virtual pada hari ini, Senin (14/9/2020).  Perseropan bergerak dalam bidang usaha pengolahan distribusi hasil perikanan yakni rajungan dan makan laut beku. Mereka juga mengklaim sebagai salah satu pengolah daging kepiting rajungan pasteurisasi terkemuka di Indonesia.

Dalam aksi korporasinya itu, ENZO melepas sebanyak-banyaknya 392.000.000  saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 50 setiap saham atau sebesar 18,13%  dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

“Dan saham ENZO yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 105, sehingga total dana yang diperoleh perseroan sebanyak Rp 41.160.000.000,” tutur keterangan resmi perseroan yang diterima media, Senin (14/9/2020).

Selain itu, ENZO juga secara bersamaan menerbitkan sebanyak-banyaknya 196.000.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru Perseroan. Jumlah tersebut setara sebanyak-banyaknya 13,11%  dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru selain pemegang saham hasil konversi MCB yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Setiap pemegang 2 saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 Waran Seri I di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan dibantu oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Rencananya, dari dana yang dikantongi tersebut setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja antara lain pembelian bahan baku, SDM dan produksi. “Sedangkan dana yang diperoleh dari hasil Waran seluruhnya untuk modal kerja Perseroan,” katanya.

Dalam periode IPO sendiri, masa Penawaran Umum berlangsung pada 2-7 September 2020 dan terjadi over subscribe sebanyak 1,29 kali dari Penawaran atau 29,74 x dari Pooling. Tanggal Penjatahan pada 9 September 2020. Dan Tanggal Distribusi Saham dan Refund Secara Elektronik pada 11 September 2020 dan saham perdana Perseroan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.

Saat ini, perseroan melakukan kegiatan usaha dalam bidang pengolahan dan ekspor daging rajungan dan makanan beku dengan kantor dan pabrik di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dan pabrik yang dijalankan Perusahaan Anak di Kawasan Industri Medan II, Sumatera Utara.

Mereka memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, British Retail Consortium (BRC) Global Standard for Food Safety dan HACCP. Dan mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Eropa dan Hongkong.

Rajungan, atau sejenis kepiting ini sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat. Pada 2017 lalu, Indonesia berhasil ekspor rajungan ke AS tanpa penolakan oleh United States Food and Drugs Administration (USFDA). Hal itu memperlihatkan kualitas rajungan Indonesia yang baik.

Pada 2019, ekspor produk rajungan-kepiting mencapai Rp5,35 triliun atau US$ 393 Juta atau sebesar 9,60% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. Sedangkan dari sisi volume ekspor rajungan-kepiting mencapai 25,9 Juta ton atau setara dengan 2,25% dari total volume ekspor perikanan Indonesia atau hanya menempati peringkat ke-4 setelah udang, tuna-tongkol-cakalang dan cumi-sotong-gurita. 

Pasar utama produk rajungan-kepiting Indonesia adalah USA, Jepang, China, Malaysia dan Singapura. Dan mengutip Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2019, pasar USA menyerap 11,8 ribu ton produk rajungan-kepiting Indonesia dan menyumbang devisa sebesar US$ 247,13 juta.

Foto: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar