JAKARTA-businessnews.id: Setelah 5 tahun program BRC ( Bank Pembangunan Regional Champion) diluncurkan, nampaknya target terget yang dicapai dalam BRC tak semua di capai oleh 26 BPS se indonesia. Untuk itu BPD se-indonesia akan melakukan tranformasi.
Deputi Komisioner Perbankan IV Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Heru Kristiyana mengatakan jika BRC tahap pertama lebih menitik beratkan target berdasarkan kuatitas maka dalam tranformasi ini lebih menyeimbangkan faktor bisnis dan risiko .” Kami akan memantau BPD yang memiliki kapasitas besar namum penyaluran kredit produktifnya kecil maka akan kami dorong untuk meningkatkan lagi begitu juga sebaliknya,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Untuk memastikan itu, kantor Perwakilan OJK di daerah akan memantau pelaksanaannya. Itu penting untuk meningkatkan Kontribusi BPD terhadap pembangunan daerah .” Saat ini kontribusinya masih kecil, tercermin dari kredit produktif sebesar 26 persen” kata Heru
Selain itu, tambah dia, BPD masih lemah di sisi tata kelola, sumber daya manusia, manajemen risiko dan infrastruktur, sehingga kondisi ini memicu peningkatan kredit bermasalah. “Daya saingnya juga masih rendah, karena produk dan mutu pelayanannya belum memadai,” papar Heru.
Oleh sebab itu, menurut Heru, BPD perlu bertransformasi untuk membenahi kelemahan struktural tersebut dan memperkuat fondasi organisasi agar mampu tumbuh dan bersaing sehingga lebih berperan dalam perekonomian daerah ke depan. “OJK dan Asosiasi Bank PembangunanDaerah (ASBANDA) telah menyusun kerangka Program Transformasi BPD yang holistik dan seimbang antara aspek bisnis, risiko dan pendukung (fondasi),” jelas dia.
Dia mengatakan, program transformasi BPD tersebut akan mengedepankan strategi pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio serta penguatan likuiditas dan permodalan. “Kami berencana meluncurkan kerangka program transformasi BPD pada 26 Mei mendatang,” papar Heru.
Melalui Program Transformasi ini, Heru berharap BPD akan menjadi pemimpin di daerahnya dan sebagai grup bank terbesar, terbaik dan terkuat di industri perbankan nasional (azis)