Jakarta, TopBusiness – Setelah mengambil alih seluruh saham Pinehill Company Limited, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bakal makin ekspansif merambah pasar internasional.
Direktur Indofood CBP Thomas Tjhie mengatakan, Pinehill diharapkan akan memberikan kontribusi untuk penjualan perusahaan di luar negeri ke depannya.
“Dengan diakuisisinya Pinehill yang operasi di luar negeri, pengembangan pasar internasional akan dilakukan melalui Pinehill. Mengenai negara mana saja akan diberitahukan lebih lanjut,” kata Thomas dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/9/2020).
Adapun selama masa pandemi ini, Thomas mengakui terjadi peningkatan penjualan ekspor sebesar 20% untuk produk mie instan hingga Juni 2020 lalu. Sedangkan jika dibandingkan secara year on year, penjualan ekspor ini mengalami kenaikan kontribusi dari sebelumnya 10% di akhir Juni tahun lalu menjadi 12%.
Tahun ini untuk pengembangan perusahaan, ICBP menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 4,7 triliun yang sumbernya berasal dari kas internal perusahaan. hingga Juni, dari nilai tersebut perusahaan baru menggunakan 16% dari total anggaran tersebut.
Adapun penyelesaian transaksi akuisisi Pinehill ini dilakukan pada 27 Agustus 2020 lalu. Diperkirakan Pinehill belum akan memberikan kontribusi signifikan pada penjualan perusahaan mengingat pendapatannya baru akan terkonsolidasi selama empat bulan.
Pinehill, saat ini tercatat memiliki pangsa pasar yang kuat di 8 negara di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara dan memiliki sebanyak 12 fasilitas produksi mi instan di 8 negara dengan total populasi 550 juta penduduk dan memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus mie instan.
Adapun Pinehill Corpora masih terafiliasi dengan ICBP karena merupakan konsorsium di mana Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar sebesar 49% saham Pinehill Corpora.
Adapun seperti diketahui akuisisi ini memakan dana senilai US$ 2,99 miliar atau setara Rp 41,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 13.901 per dolar AS.
Untuk pendanaan akuisisi ini sebagian besar diperoleh dari fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 2,05 miliar (Rp 30,34 triliun, asumsi kurs Rp 14.800/US$).
Pandemi Tak Berdampak Signifikan
Thomas mengakui pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak terhadap bisnis perseroan. Meski masih banyak toko yang tutup, penjualan produk Indofood CBP melalui e-commerce mengalami peningkatan. “Memang salesnya masih kecil tapi trennya naik terus,” ungkap Thomas.
Di sisi lain, Thomas menambahkan, penjualan ekspor juga mengalami kenaikan hingga 20 persen per Juni 2020. Sementara secara tahunan, penjualan ekspor meningkat dari 10 persen pada Juni tahun lalu menjadi 12 persen pada Juni tahun ini.
Pada tahun ini, Indofood CBP memganggarkan belanja modal sebesar Rp 4,7 triliun untuk pengembangan bisnis yang bersumber dari kas internal. Dari jumlah tersebut, anggaran yang sudah terserap baru sebesar 16 persen.
