TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai akan Dongkrak Ekonomi Tanah Melayu

Albarsyah
24 September 2020 | 13:15
rubrik: Business Info
Jalan Tol Pekanbaru-Dumai akan Dongkrak Ekonomi Tanah Melayu

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus melanjutkan upaya terbaiknya untuk menghubungkan kebaikan melalui pembangunan infrastruktur di Indonesia. 

Setelah sukses membangun dan mengoperasikan jalan tol terpanjang di Indonesia yakni ruas  Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 141 km dan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, kini Hutama Karya segera  menghadirkan jalan bebas hambatan pertama dan terpanjang di bagian tengah pantai timur  Pulau Sumatra yakni Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km. Direncanakan esok hari,  tepatnya pada Jum’at (25/9), jalan tol pertama di Provinsi Riau ini akan diresmikan langsung  oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara virtual.

Keberadaan Tol Pekanbaru – Dumai tak hanya akan membuka konektivitas baru dari Kota  Pekanbaru ke Kota Dumai, namun nantinya juga akan mendongkrak perekonomian daerah  setempat. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengatakan, “Tol Pekanbaru – Dumai akan menghubungkan berbagai kawasan produktif,  sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memangkas jarak tempuh, biaya logistik  dan tentunya menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatra.” ungkap Fauzan dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa untuk mendukung terealisasinya manfaat yang  dihadirkan dari Tol Pekanbaru – Dumai, Hutama Karya telah melakukan berbagai persiapan  agar pengoperasian tol dapat segera dilakukan, salah satunya yakni Uji Laik Fungsi (ULF). 

“ULF merupakan tahap penentuan sebuah jalan tol apakah layak untuk dioperasikan atau tidak.  Sebelumnya, Tol Pekanbaru – Dumai seksi 1 telah melewati masa ULF dan telah dibuka secara  fungsional pada periode lebaran tahun ini. Menyusul seksi 1, seksi tol lainnya yakni dari seksi  2 (Minas – Kandis Selatan) hingga seksi 6 (Duri Utara – Dumai) kembali dilakukan  serangkaian ULF pada bulan Juli lalu dan saat ini perusahaan telah mengantongi Sertifikat Laik  Operasi (SLO) yang terbit pada 9 September 2020. Sehingga secara umum Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km ini memenuhi persyaratan laik operasi sebagai jalan tol,” pungkasnya

Nantinya jika terhubung, ujung utara tol akan mempermudah akses menuju Pelabuhan Bandar  Sri Junjungan di Kota Dumai. Dumai sendiri menjadi pintu masuk bagi para pedagang dunia  melalui Selat Malaka. Mengutip ekonomi.bisnis.com, negara Indonesia dan Malaysia saat ini  terus melakukan berbagai persiapan untuk pembukaan rute roll on roll off (RoRo) Dumai – Melaka.

Pembukaan rute ini dinilai dapat merangsang pergerakan barang dan membantu para pelaku  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebab melalui pelabuhan ini dapat  mempermudah pergerakan area kendaraan pribadi dan kendaraan komersial lainnya. 

BACA JUGA:   CFO Club Indonesia: Di Tengah Ketidakpastian, Para CFO Harus bisa Gaet Peluang

Tol Pekanbaru – Dumai terdiri dari 6 (enam) seksi tol yaitu seksi 1 (Pekanbaru – Minas)  sepanjang 9,5 KM , seksi 2 (Minas – Kandis Selatan) sepanjang 24,1 KM, seksi 3 (Kandis  Selatan – Kandis Utara) sepanjang 16,9 KM, seksi 4 (Kandis Utara-Duri Selatan) sepanjang  26,5 KM, seksi 5 (Duri Selatan-Duri Utara) sepanjang 29,45 KM dan seksi 6 (Duri Utara Dumai) sepanjang 25,05 KM. Tol ini juga akan dilengkapi oleh 7 (tujuh) Gerbang Tol dan 5 (lima) pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area. TIP akan terbagi menjadi  2 (dua) tipe yakni Tipe A yang terletak di KM 14,5, KM 45, dan KM 82, sedangkan Tipe B  terletak di KM 64 dan KM 13 (arah Pekanbaru). 

Topang Sektor Riil

Pengoperasian Jalan Tol Pekanbaru – Dumai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat  Riau. Tingginya ekspektasi sangat dirasakan oleh para pedagang, petani sawit hingga pelaku  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Keberadaan tol tak hanya sekadar memangkas  waktu tempuh, namun bagi mereka ini menyangkut distribusi bahan baku. Seperti yang dikutip  dari Harian Dumai Pos (20/7), bahwa keberadaan Tol Pekanbaru – Dumai akan meningkatkan  pendapatan masyarakat, sebab ribuan kepala keluarga di bumi lancang kuning  menggantungkan hidup pada sawit. 

Hadirnya jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya menjadi asa baru untuk menjadi  pendorong terciptanya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, menekan biaya logistik,  sehingga membuat laju dan pertumbuhan perekonomian Pulau Andalas kian dahsyat. Hal ini  bukan tanpa alasan, jika terintegrasi dengan Pelabuhan Roll On Roll Off (RoRo) Dumai – Malaka, akses konektivitas Indonesia, Malaysia dan Thailand akan terbuka. 

Selain itu, untuk mendukung perekonomian tetap menggeliat, keberadaan tol Pekanbaru – Dumai dinilai akan membuka kawasan industri baru sehingga akan menggerakan sektor riil.  Hal ini diungkapkan oleh pemerhati ekonomi pembangunan Kota Dumai, Arif Azmi SE.

“Dengan menyerap ribuan tenaga kerja maka sektor jasa seperti pemondokan serta lainnya,  rumah makan, transportasi akan bergerak. Dengan sendirinya ekonomi daerah atau pusat  pemukiman warga yang tidak dilewati kendaraan pasca beroperasinya jalan tol tetap akan  menggeliat,” jelas Azmi. 

Tol Pekanbaru – Dumai diharapkan dapat meningkatkan akses Pekanbaru sebagai pusat  pemerintahan dan kegiatan ekonomi Provinsi Riau disatu sisi.

Disisi lain Dumai sebagai kota  pelabuhan, dengan industri perminyakan dan agribisnis. Pembangunan jalan tol tidak hanya  sebatas menggerakan sektor riil yang bermuara pada peningkatan ekonomi daerah yang  berujung pada kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, pembangunan jalan yang dibangun oleh  anak negeri ini juga akan menguatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

Destinasi Wisatawan

Kehadiran Jalan Tol Pekanbaru – Dumai tidak hanya akan mempercepat distribusi barang dan  mempersingkat waktu. Namun jauh dari itu, akan berpengaruh terhadap destinasi wisata  terlebih yang berada di salah satu pulau terluar Indonesia, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis,  Provinsi Riau.

BACA JUGA:   Chery Diminta Jadikan RI Basis Produksi untuk Ekspor

Melanjutkan kutipan dari Harian Dumai Pos (20/7), Kepala Dinas Pariwisata,  Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Anharizal menyatakan bahwa  keberadaan pantai berpasir putih di Kecamatan Rupat Utara tak kalah indah dengan destinasi  wisata yang telah mendunia seperti Bali dan Lombok. Paling tidak, potensi wisata bahari yang  ada di pulau terluar Indonesia ini termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional  (KPSN) dan letaknya strategis untuk dapat dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) Pariwisata. 

“Kalau dari Pekanbaru, jalan konvensional atau bukan tol ke Dumai sekitar 6 jam lebih. Tentu  mereka (wisatawan) sudah letih dan mungkin menginap terlebih dahulu sebelum menuju Pulau  Rupat. Akan tetapi, dengan beroperasinya JTTS ruas Pekanbaru – Dumai notabene 1,5 jam  wisatawan sudah sampai ke Dumai dan selanjutnya tinggal menyebrang ke Pulau Rupat yang  hanya memakan waktu sekitar 40 menit,” ungkap Anharizal.

Anharizal meyakini bahwa industri pariwisata mampu meningkatkan pendapatan masyarakat  setempat. “Seperti wilayah lainnya di tanah air maka Ketika pariwisata bergerak akan  berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu,  kita yakini JTTS ruas Pekanbaru – Dumai akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau  Rupat,” tutup Anharizal. 

Diapresiasi Presiden

Saat melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru pada Jum’at (21/2) lalu sebelum penyebaran  pandemi Covid-19 meluas di Indonesia, Presiden RI, Jokowi sempat mengatakan bahwa  pemerintah maupun masyarakat punya harapan besar dengan akan dioperasionalkannya tol  Permai terutama dari sisi mobilisasi. “Diharapkan dengan dioperasionalkannya tol ini  semuanya akan menjadi lebih cepat. Angkutan barang cepat, angkutan orang juga bisa menjadi  lebih cepat. Makanya operasional tol juga kita harapkan lebih cepat,” kata Jokowi.

Sehari sebelumnya pada Kamis (20/2), Menteri PUPR, Basuki melakukan tinjauan terlebih  dahulu ke tol ruas Pekanbaru – Dumai. Menyusuri jalan tol mulai dari gerbang tol Pekanbaru  yang berada di seksi 1 hingga seksi 6 di Dumai, Menteri Basuki menyampaikan apresiasi kerja  keras dan kerja cerdas Hutama Karya Grup yang telah berkolaborasi menghadirkan karya  terbaik Hutama Karya di Sumatera. “Satu lagi produk HK di Sumatera. Setelah tol terpanjang,  sekarang tol dengan kualitas lebih baik. Selamat bekerja.” pesan Basuki kepada segenap  pejuang konstruksi Hutama Karya di lapangan.

Disamping itu, Jalan Tol Trans Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km ini dalam  pembangunannya didukung penuh oleh pemerintah setempat, khususnya Pemerintah Provinsi  Riau. Berdasarkan hasil wawancara virtual yang dilakukan Hutama Karya pada Selasa (15/9)  silam, Gubernur Provinsi Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si menyampaikan bahwa keberadaan tol  Pekanbaru – Dumai tak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah namun  juga memberikan kemudahan akses transportasi dalam melakukan koordinasi antar provinsi,  “Dengan adanya jalan tol ini, dapat mempermudah akses transportasi yang menghubungkan  kota Pekanbaru, kota Dumai yang selanjutnya terhubung ke Rantau Prapat, dan juga akan  mempermudah koordinasi Pemerintah Provinsi Riau dengan Provinsi lainnya salah satunya  Provinsi Sumatra Utara.” ungkap Syamsuar. 

BACA JUGA:   Kini Ada 10.514 Sentra IKM

Selain itu, keberadaan Tol Pekanbaru – Dumai juga akan meningkatkan arus ekspor dan impor.  Melalui Pelabuhan Dumai sebagai pelabuhan utama Provinsi Riau sekaligus pintu utama ekpor  dan impor. “Pelabuhan Dumai juga dikembangkan sebagai pelabuhan penyebrangan antar  negara yaitu dengan akan dioperasionalkannya RoRo Dumai – Melaka sebagai hasil  kesepakatan kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei. Melalui pelabuhan ini, pastinya  akan meningkatkan arus ekspor dan impor.” jelas Syamsuar. 

“Produktivitas Crude Palm Oil (CPO) juga akan semakin meningkat dan memiliki kualitas  yang baik, sebab Tandan Buah Segar (TBS) yang telah dipanen harus segera dikirim ke pabrik  kurang dari 24 jam. Semakin cepat buah dihancurkan dalam proses pengolahan semakin baik  pula tingkat produktivitas dan mutu CPO tersebut. Ini dapat kita peroleh dengan hadirnya Tol  Pekanbaru – Dumai.” tutup Drs. H. Syamsuar, M.Si Gubernur Provinsi Riau.

Investasi

Di tengah penurunan ekonomi dunia semenjak Covid-19 melanda, perlu dipetakan jenis  investasi untuk menarik minat para investor, terutama yang berkaitan langsung dengan  pemanfaatan jaringan infrastruktur khususnya jaringan jalan, pelabuhan, dan bandara yang  dianggap jadi salah satu faktor memungkinkan bergeraknya investasi.

Seperti dikutip dari  laman Bisnis.com, Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai selama  5 (lima) tahun belakangan pembangunan infrastruktur masif dilakukan untuk meningkatkan  konektivitas. “Banyak jaringan jalan sudah mulai dibangun, bagi investor kelengkapan  infrastruktur menjadi nilai tambah dalam konteks efisiensi, efektivitas dalam pengembangan  investasi.” ujar Yayat. 

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terbentang mulai dari Lampung hingga  Banda Aceh sepanjang ± 2.765 kilometer ini masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),  dimana pembangunannya diprioritaskan oleh Pemerintah Indonesia untuk dapat mendukung  perekonomian daerah setempat.

“Diharapkan pembangunan keseluruhan tol ini dapat  memberikan kontribusi serta melengkapi infrastruktur sebagai nilai tambah investasi di  Indonesia. Hadirnya JTTS juga diharapkan dapat menjadi penyeimbang pemerataan ekonomi di Indonesia”, ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia,  yang menyampaikan bahwa data persebaran wilayah investasi antara Jawa dan di luar Jawa  yang semakin berimbang, salah satunya karena kelengkapan infrastruktur.

Tol Pekanbaru – Dumai merupakan jalan tol pertama di Provinsi Riau, Hutama Karya berharap  kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di  jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di  rata-rata 60 – 80 km/jam.

Hutama Karya juga menghimbau agar pengguna jalan dapat mengecek  kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mematuhi  protokol kesehatan yang berlaku, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE)  sebelum melintas di Jalan Tol.

Previous Post

Akses Pelabuhan Patimban Akan Rampung 2020

Next Post

Pelaku Industri Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR