
Jakarta — Pemerintah Indonesia harus mencermati kedalaman pasar uang terkait perkembangan ekonomi ke depan. Sebab, pada saat tertentu, permintaan terhadap valuta asing cukup besar sehingga mengimbas kepada penurunan nilai tukar Rupiah. Gubernur Bank Indonesia Agus D. Martowardojo mengatakan hal itu hari ini di Jakarta kepada wartawan.
Kata dia, saat permintaan terhadap valuta asing meninggi, pasokan harus memadai. Dengan demikian, keseimbangan nilai tukar Rupiah akan terjaga. Demikian pula fundamental perekonomian Indonesia. “Hal itu perlu kita lihat di masa yang akan datang.”
Secara umum, kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini cukup menunjukkan perbaikan. Misalnya, inflasi mulai terkendali. “Karena itu, Bank Indonesia berketetapan kemarin bahwa BI Rate tidak perlu dinaikkan. Bank Indonesia pun tidak akan mematok nilai tukar Rupiah di tingkat tertentu.”
Keberadaan Pemilihan Umum tahun ini merupakan tantangan untuk perekonomian Indonesia. Perhatian akan tersedot ke aspek politik. “Tapi, jelas bahwa Kementerian Negara yang terkait dengan sektor perekonomian dan juga Bank Indonesia, akan menjaga ekonomi,” kata Agus pula. (DHIT/DHIT)