TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jumlah Mal Ini Ternyata Tak Kunjung Padam

Nurdian Akhmad
13 January 2014 | 12:29
rubrik: Capital Market
Sebuah Mal di Jakarta (Foto: Adhito/BusinessNews)
Sebuah Mal di Jakarta (Foto: Adhito/BusinessNews)

 

Di sana mal, di sini mal. Tiada pojok kota tanpa mal. Begitulah mungkin kata warga Jakarta dan kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Maklum, di semua kawasan itu, pasokan mal ataupun ruang ritel jenis yang lain, berhamburan.

Simak saja sepanjang Jalan S. Parman (Jakarta Barat) sampai Pluit (Jakarta Utara). Tak kurang, ada lebih dari lima mal nan tersaji. Antara lain Plaza Slipi Jaya, Mal Taman Anggrek, Mal Ciputra, Pluit Junction, dan lain-lain. Sudah begitu, di Pluit, masih ada lagi mal yang akan dibangun.

Dengan kondisi seperti itu, bagaimanakah sesungguhnya pasar ruang ritel di sejumlah kawasan itu? Apakah pasokan sudah terlalu banyak sehingga tingkat hunian menurun? Dan lantas pengembang properti jera membangun ruang ritel? Ternyata tidak demikian.

Market Review yang baru-baru ini dilansir Colliers International Indonesia, menjelaskan banyak hal tentang itu. Antara lain, dijelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir yakni 2011-2013, rata-rata tingkat hunian ruang ritel di Jakarta melebihi 80%; untuk Bodetabek, angka itu pas di 80%.

Selanjutnya,pasokan ruang ritel di tahun 2014 dan 2016 terus berdatangan di Jakarta dan Bodetabek—bukan stop total untuk sementara gara-gara kelebihan pasokan.

Kini, marilah kita simak beberapa poin dari market review tersebut lebih lanjut:

>Sedari tahun 2011 sampai 2013, rata-rata tingkat hunian ruang ritel di Jakarta adalah 90%.

Tahun 2011, angka pasokan tahunan adalah 100.000 unit. Berlanjut dengan 160.000-an unit di tahun 2012, dan 155.000 unit di tahun 2013.

Pada tahun 2011, tingkat permintaan pasar lebih tinggi daripada angka pasokan tersebut. Sedangkan di tahun 2012 dan 2013, tingkat permintaan  lebih rendah daripada angka pasokan.

BACA JUGA:   IHSG Mampu Bertahan di Zona Hijau

>Bagaimana di Bodetabek? Tahun 2011-2013, rata-rata tingkat hunian ruang ritel di 80%. Angka pasokan tertinggi didapat di tahun 2013 sebanyak  280.000-an unit. Tahun 2011, angka itu di 175.000-an unit. Sedangkan di tahun 2012, ada di 120.000-an unit.

Nah, dalam tiga tahun itu, angka permintaan selalu lebih rendah daripada angka pasokan.

>Untuk tahun 2014 ini sampai 2016, pasokan ruang ritel masih berdatangan ke Jakarta ataupun Bodetabek.

Simaklah, di Jakarta Barat, total pasokan baru ruang ritel di waktu tersebut diperkirakan sebesar 247.200 m2. Di Jakarta Timur, angka itu di 50.000 m2; 48.000 m2 di Jakarta Selatan; 36.000 m2 di Jakarta Utara.

Sekarang, kita simak perkiraan untuk Bodetabek di waktu yang sama.

Untuk Tangerang, angka itu diperkirakan di 120.000 m2. Sedangkan di Bekasi sebanyak 115.000 m2. Di Depok, ruang ritel akan bertambah sebanyak 28.000 m2. Lalu, di Bogor, angka nan dipetik diperkirakan 60.000 m2.

Ferry Salanto, Associate Director Research di Colliers International Indonesia, menjelaskan bahwa pasokan baru ruang ritel untuk waktu tersebut ada yang sudah di tahap konstruksi. “Ada pula yang masih dalam perencanaan. Antara lain Cimandala City Mall dan Pulo Gadung Trade Center Extention,” dia menjelaskan.

(DHI/DHI)

Tags: ruang ritel properti
Previous Post

Ekonomi Indonesia Mesti Cermati Intensitas Pasar Uang

Next Post

Sesi Pertama Awal Pekan, IHSG Naik 2,51%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR