Jakarta, TopBusiness – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk siap mengoperasikan Enclosed Ground Flare (EGF) atau teknologi suar tanpa asap di komplek petrokimianya di Cilegon, Banten.
Ini dilakukan guna meminimalisir dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas operasional pabrik. Total investasi yang dikeluarkan dalam pembangunan EGF ini mencapai US$ 14 juta atau setara Rp 208,6 miliar (kurs Rp14.900 per dolar AS).
“Kami berkomitmen untuk menjalankan operasional pabrik dengan mengurangi adanya dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakat. Pembangunan EGF ini merupakan investasi kami dalam aspek lingkungan dan sosial di area operasional pabrik untuk mengurangi jejak karbon dan turut menjaga kenyamanan warga yang berdomisili di sekitar area operasional kami,” ujar Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterbukaan informasi seperti dikutip, Rabu (30/9/2020).
Dibangun sejak 2018, EGF ini mampu membakar 220 ton hidrokarbon per jam dengan menggunakan metode pembakaran tertutup tanpa menyebabkan radiasi panas dan radiasi udara.
Dari segi lingkungan, EGF didesain untuk melakukan proses pembakaran secara sempurna sehingga tidak ada hidrokarbon hasil pembakaran yang dibuang ke udara. Sedangkan dari segi sosial, keunggulan teknologi ini dibandingkan suar konvensional terdapat pada kemampuannya mengurangi suara kebisingan dan menghilangkan nyala api dan asap.
Chandra Asri berhasil merampungkan proyek EGF ini tepat waktu walaupun berada dalam masa pandemi, dengan bermitra bersama Toyo Engineering Corporation dan Inti Karya Persada Teknik sebagai kontraktor teknik, pengadaan dan konstruksi (EPC).
Selain membangun fasilitas EGF, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk juga memperkenalkan Trilene HI50TN, kontainer makanan Thin Wall Injection polypropylene untuk kemasan makanan ramah lingkungan di pasar Indonesia.
Inisiatif ini menjadi terobosan dalam penerapan kemasan yang dapat dipakai ulang berkat material yang lebih higienis dan ramah lingkungan.
Trilene HI50TN juga telah memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memenuhi standar halal sehingga menjamin keamanan dan kualitasnya.
Kontainer makanan yang ringan dan tipis ini sudah digunakan untuk membagikan daging sapi kurban saat Hari Raya Idul Adha pada Juli 2020 lalu.
“Kontainer TWIM PP menggantikan kemasan sekali pakai yang terbuat dari material lain. Kontainer sekali pakai memiliki aspek kebersihan dan keberlanjutannya masih diragukan. Sementara, kontainer TWIM PP aman digunakan di lemari es dan microwave. Dengan demikian, kontainer ini menjadi solusi penyimpanan makanan yang efektif serta dapat dipakai kembali untuk menjaga kebersihan dan kesegaran makanan dalam waktu yang lebih lama,” kata Edi Rivai, VP Corporate Relations and Sustainability PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Dia menjelaskan, kontainer ini memiliki bobot ringan dan harga yang terjangkau, sehingga bisa digunakan untuk menyimpan makanan sehari-hari, mengirim makanan dan digunakan untuk aneka acara.
