Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idBBB kepada PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan Obligasi I Tahun 2018. Sementara outlook atas peringkat adalah stabil.
Demikian disampaikan analis, Martin Pandiangan dan Kresna Piet Wiryawan, di Jakarta, dalam site pefindo.com.
Obligasi I Tahun 2018 Seri C senilai Rp 1 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2020 akan dibayar seluruhnya oleh dana internal. Per 31 Agustus 2020, kas dan setara kas ZINC mencapai Rp 53,1 miliar.
Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan. Walau demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Peringkat tersebut mencerminkan cadangan dan sumber daya mineral ZINC yang memadai, serta kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal sesudah beroperasinya smelter timbal dan seng.
Peringkat Perusahaan dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan perlindungan arus kas yang lemah, kapasitas yang cukup kecil dibandingkan dengan pesaing global, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas.
“Kami berpandangan bahwa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) memiliki dampak yang cukup tinggi terhadap bisnis ZINC. Permintaan global menurun signifkan yang berdampak pada penurunan harga komoditas seng, timbal, dan perak. Kondisi ini terlihat pada pertumbuhan pendapatan yang negatif 30% pada performa finansial di semester pertama tahun 2020. Sebagian dari risiko tersebut termitigasi oleh mulai membaiknya harga komoditas seng, timbal, dan perak secara bertahap sejak Juli 2020 seiring pemulihan ekonomi di China. Kami juga mencatat bahwa manajemen mengimplementasikan beberapa strategi yang fokus pada efisiensi biaya selama masa pandemi, untuk mengkompensasi penurunan profitabilitas,” demikian papar mereka.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
