Jakarta, TopBusiness – Pandemi virus Corona yang beleum mereda di Indonesia membuat Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi minus 1,5 persen di tahun 2020 ini.
Sebelumnya dalam proyeksi di Juni 2020, IMF memprediksi ekonomi RI minus 0,3 persen di tahun ini.
“Semua pasar negara berkembang dan kawasan ekonomi berkembang diperkirakan akan mengalami kontraksi tahun ini, termasuk negara berkembang di Asia, di mana negara-negara besar, seperti India dan Indonesia, terus berusaha mengendalikan pandemi,” ujar Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam laporan World Economic Outlook: A Long and Difficult Ascent seperti dikutip Rabu (14/10/2020).
Dia melanjutkan, penurunan proyeksi ekonomi itu dipengaruhi oleh penyebaran virus corona yang terus berlanjut. Sementara sistem kesehatan seperti kewalahan menangani pandemi tersebut.
Gopinath menjelaskan, pandemi COVID-19 telah merusak sejumlah sektor ekonomi, terparah adalah sektor pariwisata hingga sektor keuangan.
Meski demikian, IMF memproyeksi perekonomian Indonesia akan pulih dan tumbuh positif 6,1 persen di tahun depan. Proyeksi ini tetap sama seperti di Juni lalu.
Secara keseluruhan, IMF juga memproyeksi ekonomi global menjadi minus 4,4 persen. Proyeksi ini membaik dari sebelumnya di Juni 2020 sebesar minus 4,9 persen.
