TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menanti Sentimen Positif Global

Agus Haryanto
16 October 2020 | 08:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Jumat (16/10/2020) akhir pekan di Bursa Efek Indonesia masih menanti sentimen positif dari global.

“Kami melihat, meski sentimen domestik positif, menjalani minggu pertama pembukaan kembali ekonomi masa transisi DKI Jakarta, sentimen global dapat kembali berpengaruh terhadap IHSG saat ini,” demikian hasil riset harian Samuel Sekuritas Indonesia dalam laman samuel.co.id, di Jakarta.

Disebutkan, penambahan kasus positif harian dalam negeri kemarin sebanyak 4.411 kasus, diatas rerata tujuh hari sebanyak 4.085. Sementara itu, terdapat lonjakan pada kasus sembuh harian sebanyak 5.810 kasus, yang merupakan tertinggi selama masa pandemi.

Kemudian, rilis data Weekly Jobless Claims Amerika periode 10 Oktober meningkat menjadi 898.000 (prev: 845 ribu, cons: 825 ribu), yang merupakan level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Peningkatan tidak terduga ini memberi kekhawatiran akan perbaikan serapan tenaga kerja, dimana saat yang bersamaan, Steven Mnuchin menilai kecil kemungkinan kesepakatan stimulus dapat diraih sebelum November.

Pasar saham AS ditutup melemah semalam dengan S&P 500 melemah 0,15%, Dow Jones 0,07%, dan Nasdaq 0,47%. Sementara yield 10Y Treasury AS bergerak sideways di level 0,736%.

Saat ini, China dikabarkan sedang merancang peraturan baru terkait pembatasan ekspor akan material sensitif dan teknologi kepada perusahaan asing tertentu, atas dasar kepentingan keamanan nasional. Dasar rancangan aturan ini terlihat dikaitkan dengan dasar pembatasan ekspor yang diterapkan AS sebelumnya.

Foto: Rendy MR

BACA JUGA:   Periode 22 - 26 September, Data Perdagangan Saham Ditutup pada Zona Positif
Previous Post

KSO Terminal Petikemas Koja Sabet Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2020

Next Post

Raih Tiga Penghargaan, BNI Life Dinilai Sangat Baik Kelola GRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR