Dana PEN Terserap 45%, Perlu Upaya Koordinatif

Penulis achmad adhito

Jakarta, TopBusiness—Saat ini, serapan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar 45% dari total dana Rp 695,2 triliun. Untuk memercepat serapan itu, perlu upaya strategis dan koordinatif.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Dwi Wahyu Atmaji, di Jakarta (15/10/2020).

Menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara puncak Top GRC Awards 2020 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Dwi Wahyu pun mengatakan bahwa dalam percepatan itu, ada hal yang perlu diperhatikan. “Yaitu, kita harus menyeimbangkan pemulihan ekonomi dengan penanganan kesehatan yang terdampak Covid-19.”

Tiga bulan terakhir, Indonesia mengalami deflasi. Sementara itu, upaya penanganan kesehatan terus diintensifkan dalam hal mengatasi Covid-19. Dalam hal ini pun, pengadaan vaksin anti-virus tersebut, dipercepat.

Dampak Covid-19, dia menambahkan, sangat hebat. Maka, Indonesia harus menyinergikan seluruh sumber daya yang dimiliki.

Dalam hal ini, Dwi Wahyu mendorong agar melakukan sejumlah hal penting. Yakni menaikkan kualitas tata kelola bisnis, serta bersinergi dalam mengatasi dampak Covid-19. Dan. Masih banyak. Lagi.

“Dalam hal ini, sinergi tersebut harus berdampingan dengan praktik GRC yang bagus,” papar Dwi Wahyu.

Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness

BACA JUGA

Tinggalkan komentar