Bandara Ngurah Rai Raih Sertifikat Inisiasi Koridor Sehat dari IIAC

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, salah satu bandara kelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, resmi meraih sertifikat Inisiasi Koridor Sehat atau Safe Corridor Initiative (SCI) dari Incheon International Airport Corporation (IIAC) yang berbasis di Korea Selatan.

Sertifikat SCI ini secara resmi diserahkan oleh Deputy Director of Overseas Business Group IIAC Vin Kim kepada Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I, Devy Suradji dan Direktur Pengembangan Usaha AP I, Dendi T. Danianto di Bandara Ngurah Rai Bali, kemarin. Hal ini setelah melalui serangkaian tahap penilaian oleh Tim IIAC terhadap penerapan protokol kesehatan dan keamanan penanganan pandemi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mulai dilakukan sejak 21 September lalu.

“Diraihnya Sertifikat SCI oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan pengakuan dunia internasional atas penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 Bandara Bali yang berstandar global,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2020).

Pihaknya pun berterima kasih kepada Bandara Internasional Incheon Korea Selatan atas kerja sama pengukuran penerapan protokol kesehatan pada masa pandemi ini. Karena Bandara Incheon merupakan bandara pertama di dunia yang mendapatkan Akreditasi Kesehatan Bandara dari Airport Council International.

Hal ini, lanjut Faik Fahmi, diharapkan dapat meyakinkan dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat, baik dalam dan luar negeri, untuk kembali melakukan perjalanan udara dengan rasa aman dan nyaman di bandara Ngurah Rai dan bandara AP I lainnya. Terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru ini, sehingga nantinya dapat kembali meningkatkan pariwisata dan kondisi perekonomian di Indonesia.

“Selamat kepada Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali atas kesuksesan meraih Sertifikat Safe Corridor Initiative dan otomatis menjadikannya sebagai anggota bandara pertama pada jaringan Safe Corridor Initiative. Secara keseluruhan, kinerja Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terkait upaya pengawasan dan pencegahan penyebaran virus sungguh luar biasa,” jelasnya.

Deputy Director of Overseas Business Group IIAC Vin Kim menmabhakan, AP I telah mengimplementasikan hampir seluruh persyaratan protokol kesehatan yang ditetapkan dalam panduan berbagai insitusi internasional seperti World Health Organization dan International Civil Aviation Organization.

“Adapun sedikit temuan pada saat tahap penilaian oleh Tim IIAC langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Tim Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam waktu singkat,” ujar Kim.

Beberapa hal terkait penerapan protokol kesehatan Bandara Bali yang patut diapresiasi dan dapat dijadikan contoh bagi pengelola bandara lainnya di dunia, lanjut Vin Kim, yaitu perlengkapan yang memadai untuk mencegah terjadinya penyebaran virus.

Seperti kamera pengukur suhu badan, meja informasi dengan video panduan dan layanan pelanggan virtual, mesin pencuci tangan, dan lainnya; petugas bandara yang diposisikan secara tepat pada area antrean untuk membantu penumpang mematuhi protokol kesehatan; dan penanda lantai untuk jaga jarak diletakkan dengan baik di seluruh area bandara bahkan di toilet.

Adapun beberapa rekomendasi yang diajukan IIAC untuk peningkatan pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai yaitu penambahan jumlah hand sanitizer, dan penambahan titik media komunikasi atau banner yang berisi pesan kesehatan dengan visibilitas yang lebih baik.

Kesuksesan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam meraih Sertifikasi SCI ini juga diapresiasi oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi yang juga hadir pada acara tersebut.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada manajemen AP I yang telah menginiasi terwujudnya SCI di tengah pandemi ini. Sertifikasi ini berguna untuk memberikan keyakinan kepada konsumen dan masyarakat bahwa masa pandemi ini, industri penerbangan, termasuk di dalamnya bandara, merupakan moda transportasi yang aman, dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” ujar Tulus Abadi.

Berdasarkan data internal Angkasa Pura I, terdapat pertumbuhan trafik penumpang 31% pada rute Incheon –  Bali yaitu dari 303.982 penumpang pada 2018 menjadi 398.223 penumpang pada 2019. Namun pada periode Januari- September 2020, trafik penumpang pada rute dua bandara tersebut hanya mencapai 85.868 penumpang akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal 2020.

Foto: Bandara Ngurah Rai (Istimewa)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar