Jakarta-Thebussinesnews.co- Tingginya kebutuhan listrik di Indonesia hanya bisa didapat dari penggunaan PLTN (Pembangkit Listrik Tinggi Nuklir). Selain penggunaannya bersih tanpa limbah, PLTN juga terbukti menghasilkan daya listrik yang stabil.
“Masih banyak wilayah di Indonesia yang belum tersentuh listrik, terutama di luar wilayah Pulau Jawa. Bahkan hotel sekelas bintang lima di luar Pulau Jawa banyak yang masih buar-pet,” kata Kepala BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional), Djarot Sulistio Wisnubroto, di Jakarta, Selasa (16/5).
Namun demikian, kata Djarot, putusan penggunaan nuklir pada pembangkit listrik atau PLTN tetap berada di tangan Presiden Jokowi.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan satu kebijakan tegas dalam menentukan penggunaan PLTN. Pasalnya, pro dan kontra masalah PLTN selalu ada, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.
Bahkan BATAN juga telah melakukan jajak pendapat atau polling nasional selama 5 tahun berturut-turut, dan hasilnya 72% rakyat Indonesia setuju pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Polling yang dilakukan sejak tahun 2010 bertujuan mengetahui tingkat penerimaan masyarakat terhadap keberadaan PLTN. Pada polling yang dilakukan tahun 2012-2014, tingkat kepercayaan masyarakat meningkat signifikan terhadap program pembangunan PLTN.
“Di 2012, kepercayaan masyarakat meningkat menjadi 52,9%, di 2013 60,4%, lalu terakhir 2014 secara nasional masyarakat menerima PTLN mencapai angka 72%,” katanya.
Polling nasional yang dilakukan BATAN tahun ini meliputi 3.000 responden, wilayah Jamali 1.000 responden dan Bangka Belitung 1.000 responden. Metode yang digunakan adalah random sampling dengan margin error yang digunakan adalah 1,8%. (Teguh )