TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Teknologi Nuklir Beri Manfaat Besar bagi Kesejahteraan Masyarakat

Albarsyah
23 October 2020 | 15:50
rubrik: HC
Teknologi Nuklir Beri Manfaat Besar bagi Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – Masyarakat Indonesia masih Phobia, dan takut yang tidak berkesudahan jika mendengar kata nuklir. Memang teknologi nuklir telah melumatkan dan meluluhlantahkan negara Sakura, Jepang pada perang dunia dengan dihujaninya  negara Sakura tersebut dengan bom atom oleh negara sekutu USA dengan kroninya. Dalam hal ini, bom atom tersebut diproduksi oleh teknlogi nuklir, yang merupakan keunggulan nuklir pada situasi perang.

Akan tetapi pemanfaatan teknlogi nuklir pada masa damai ini pun sangatlah banyak serta beragam pula. Seperti, pemanfaatan pada bidang pertanian. Banyak dihasilkan bbibit benih padi serta produk pertanian lainya dengan teknlogi radio isotop atau mengunakan radiasi nuklir tersebut.

Demikian pula, Indonesia telah memanfaatkan keunggulan teknlogi nuklir ini pada bidang pertanian, perkebunan, kesehatan serta perekonomian masyarakat. Hingga saat ini masyarakat tidak banyak mengetahui keunggulan teknologi nuklir tersebut. Tentunya, sosialisasi kebermanfaatan nuklir ini harus terus disosialisasikan secara massif kepada masyarakat luas. Sehingga, diperlukan pengenalan sejak usia dini manfaat nuklir bagi seluruh masyarakat. 

Berbagai keberhasilan pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian di kedua bidang ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di kedua bidang ini, BATAN telah ditunjuk oleh Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai collaborating center untuk wilayah Asia Pasifik.

Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, pada jumpa pers di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Kamis (22/10/2020).  “IAEA telah menunjuk BATAN sebagai collaborating center di bidang pemuliaan tanaman dan uji tak merusak. Ini artinya BATAN sudah diakui oleh internasional dalam penguasaan dan pemanfaatan iptek nuklir,” kata Anhar.

BACA JUGA:   Delapan Strategi Pengelolaan HC di Brantas Abipraya Ciptakan Insan Abipraya Unggulan

Pada rencana strategis (Renstra) 2020-2024, ungkap Anhar, BATAN akan lebih difokuskan pada peningkatan penguasaan science dan hasil litbang yang dapat dihilirkan kepada masyarakat. Produk-produk litbang di bidang pertanian dan industri akan lebih didorong untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat, menjelaskan, pada Renstra 2020-2024, fokus kegiatan PAIR di bidang pertanian adalah menghasilkan varietas baru dengan produktivitas yang tinggi. “Dalam Renstra PAIR, target pemuliaan tanaman dibagi menjadi dua, yaitu pemuliaan tanaman nasional dan lokal daerah dengan tujuan meningkatkan produksi tanaman padi, tahan hama, dan tidak mudah rebah,” kata Totti.

Untuk pemuliaan varietas tanaman padi nasional, ditekankan pada kualitas hasil, sedangkan untuk padi lokal penekanannya pada rasa yang tetap disukai oleh masyarakat setempat. Pengembangan varietas padi lokal telah dilakukan PAIR melalui kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah seperti Kabupaten Kerinci, Musi Rawas, Klaten, Sijunjung, Solok, Tabanan, Buleleng, dan Landak.

“Hingga saat ini telah didapat berbagai galur mutan harapan di masing-masing daerah.  Ada juga varietas yang sudah dilepas yakni varietas Rojolele SriNuk dan Rojolele SriNar dari Klaten, varietas Lampai Sirandah dari Sijunjung. Ada juga yang masih dalam proses evaluasi akhir galur mutan harapan dari kabupaten Musi Rawas dan Tabanan,” tambahnya.

Sesuai dengan Renstra BATAN, jelas Totti, PAIR juga didorong untuk mengembangkan penelitiannya di bidang pertanian pada tanaman kedalai yang berumur super genja, adaptif pada lahan marginal, dan kedelai hitam. Tak hanya itu, PAIR juga mengembangkan varietas tanaman serealia yaitu sorgum sebagai pengganti pangan, pakan ternak, dan menghasilkan bioetanol, serta tanaman hias yaitu tanaman krisan yang adptif di dataran rendah dan tahan penyakit karat.

BACA JUGA:   Sistem HC Selaras dengan Strategi Bisnis, PIR Kandidat Raih TOP Human Capital Awards 2024

Selain bidang pertanian, iptek nuklir juga banyak termanfaatkan di bidang industri, salah satunya adalah uji tak rusak yakni sebuah pengujian terhadap peralatan/fasilitas atau infrastruktur yang bertujuan untuk mengetahui adanya kerusakan tanpa harus menghentikan proses produksi yang sedang berjalan. Pengujian ini dikenal dengan istilah non destructed investigation (NDI).

Menurut Totti, dalam hal pemanfaatan iptek nuklir untuk kegiatan NDI telah banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri. “Kegiatan NDI mempunyai banyak cakupan kegiatan, yaitu teknik radiografi, gamma scanning, gamma tomografi dan radiotracer yang telah aplikasikan di berbagai perusahaan, seperti industri kimia, petrokimia, pengolahan logam/automotive/alat berat, perminyakan, energi, tambang emas, penerbangan, dan konstruksi bangunan,” katanya.

Dikatakan Totti, tim NDI BATAN saat ini tergabung dalam konsorsium Program  Riset Nasional sebagai bentuk kontribusi BATAN dalam pembangunan nasional. Kontribusi ini berupa peralatan portable standar industri berupa teknik radiografi, teknik gamma scanning, teknik gamma tomografi dan teknik radiotracer untuk pengujian struktur bangunan tahan gempa tahan api.

“BATAN juga akan menyiapkan prototipe struktur bangunan yang dilapisi bahan polimer dan diradiasi untuk menambah kekuatan struktur bangunan dan lebih tahan terhadap lingkungan yang berair,” tambahnya.

Totti berharap pemanfaatan iptek nuklir khususnya di bidang pertanian dan industri dapat menjadi solusi terhadap permasalahan di tengah masyatakat. Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap iptek nuklir semakin meningkat.

“Harapannya, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para  user, terutama untuk bidang pertanian dan industri di Indonesia. Pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang dapat membawa negara Indonesia mandiri, berdaya saing didasari dengan jiwa gotong royong,” harap Totti.

Previous Post

DAHANA Raih Sertifikat SNI ISO 37001:2016 sebagai Kado HUT

Next Post

IHSG di Posisi Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR