Jakarta, TopBusiness – PT Unilever Indonesia, Tbk. (UNVR) mengumumkan laporan kinerja keuangan untuk tahun berjalan hingga akhir September 2020 (tidak diaudit). Tercatat, pada kuartal III-2020 ini, perseroan berhasil mencatat penjualan bersih masih cukup tinggi sebesar Rp32,4 triliun.
Namun begitu, penjualan tersebut hanya tumbuh tipis sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dan pertumbuhan penjualan ini masih didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik yang naik sebesar 0,8%.
“Di tengah pandemi berkepanjangan ini, market yang terkontraksi, dan tantangan yang semakin berat, tapi perseroan tetap menunjukkan kemampuannya untuk terus berkembang. Perseroan mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa UFS) sebesar 1,7% pada tahun berjalan September 2020 itu,” tutur Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk, pada keterangan resmi yang diterima TopBusiness, ditulis Senin (26/10/2020).
Pertumbuhan tersebut, kata dia, didorong oleh peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama pandemi.
Sementara, Unilever Food Solutions (UFS) yang merupakan unit Business to Business (B2B) perusahaan yang melayani Hotel dan Restoran masih mengalami penurunan, meskipun ada tanda-tanda perbaikan dengan adanya relaksasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bertahap di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, hingga akhir 30 September 2020 itu, perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp5,4 triliun. Hasil ini dicapai dengan adanya langkah-langkah optimalisasi dalam beberapa aspek, di antaranya dengan mendengarkan dan menjawab kebutuhan konsumen melalui inovasi yang dieksekusi secara gesit untuk mendorong penjualan dan juga pengetatan biaya operasional.
“Di tengah pandemic yang berkepanjangan, kami tetap konsisten berfokus pada tiga hal yaitu memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan, menjawab kebutuhan konsumen dan pelanggan, serta terus berkontribusi pada masyarakat Indonesia,” tandas Hemant.
“Meskipun sulit untuk memprediksi berapa lama pandemi ini akan berlangsung, prioritas kami tetap sama dan konsisten, yaitu membangun bisnis yang mampu bersaing di masa sulit seperti ini,” imbuhnya.
Hemant menyebutkan, pada kuartal III-2020, perseroan juga meluncurkan berbagai inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen di tengah pandemi ini, di antaranya Rinso Laundry Disinfektan, Vixal Bleach Disinfektan dan Molto Fabric Spray.
Di kategori Ice Cream, Perseroan melakukan inovasi untuk konsumsi di rumah seperti Walls Unicornetto Mini Pack. Serta tidak ketinggalan, UNVR juga mempersiapkan pilihan produk yang menyesuaikan dengan daya beli dalam masa pandemi ini, seperti misalnya varian Lifebuoy Sabun Mandi Cair kemasan Rp5.000, yang merupakan harga jual yang disarankan.
“Komitmen dan optimisme Unilever tetap kuat dalam pandemi yang berkepanjangan ini. Kami yakin bahwa dengan memperkuat daya saing di lintas kategori dan channel, kami berada di jalur yang tepat untuk tetap menjadi yang terdepan di saat ini dan masa mendatang,” tutup Hemant.
Foto: Istimewa
