TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Usai IPO MDKA Cari Pinjaman Hingga 100 Juta Dollar AS

Nurdian Akhmad
19 June 2015 | 14:12
rubrik: Capital Market

Jakarta –Thebusinessnews. PT Merdeka Copper Gold Tbk ( MDKA) memang telah berhasil melepas saham sebanyak 419.650.000 dengan yang ditawarkan sebesar Rp2.000 per saham. Sehingga perseroan akan memperoleh dana segar yang bisa diraih perseroan sebesar Rp839,30 miliar.

 

Namum demikian MDKA masih membutuhkan dana besar 80 Juta Dollar AS -100 juta Dollar AS, atau setara Rp1,04-1,30 triliun (Rp13.000 per USD). Dana itu rencananya akan di dapat dari pinjaman bank dan  guna merealisasikan pengembangan konstruksi infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan yang mencapai 126,2 juta Dollar AS.

Sekretaris Perusahaan PT  Merdeka Copper Gold Ellie Turjandi mengatakan, dana konstruksi infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan perseroan mencapai 126,2 juta Dollar AS. Kebutuhan dana itu akan dipenuhi dari kombinasi dana IPO dan Pinjaman Bank.” “Sebesar 50 persen dana IPO untuk belanja modal BSI yang diarahkan kesana, sisanya kita akan refinancing 80-100 juta. Dana itu guna menjalankan produksi tambang kita,” ujar Ellie di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat , 19 Juni 2015.

Untuk mencari pinjaman, menurut dia, perseroan bakal mencari bunga yang sangat rendah dan moderate, sedangkan tenornya mencapai 3-5 tahun. Perseroan saat ini mengincar bank dari luar dan dalam guna mendapatkan pinjaman, namun perseroan memiliki harapan pinjaman mayoritas bisa didapatkan dari bank luar.

“Bisa dari bank luar dan dalam. Mayoritas kita inginkan dari luar. Bunga tergantung dari syarat-syarat pengikatan. Biasanya kalau lunak bunga mahal. Kita cari bunga yang rendah lah,” tutur dia.

Sebesar 50 persen untuk belanja modal mereka (BSI), seperti pengembangan wilayah izin usaha pertambangan (IUP), sebesar 40 persen akan digunakan untuk pembayaran kembali fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia dan United Overseas Bank Ltd., sisanya 10 persen untuk modal kerja, seperti biaya gaji, dan biaya administrasi umum.(AZ).

BACA JUGA:   JCI Diperkirakan Turun Hari Ini

 

Previous Post

Investor MDKA Termasuk Nekad

Next Post

Bos Mandiri : “Segera Percepat Belanja Pemerintah”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR