TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Layanan Digital BNI Melonjak 80,4% Selama Pandemi

Busthomi
28 October 2020 | 10:21
rubrik: Finance
BNI-KCLN New York Miliki Peran Penting

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk hingga akhir September 2020 masih relative positif. Tercatat hingga kuartal III-2020 ini, perseroan berhasil memnghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik sebesar 21,4% secara year on year (yoy). Sementara untuk laju kredit, di tengah laju kredit industri yang amblas, kredit BNI malah masih bertumbuh sebesar 4,2% secara yoy.

Kondisi tersebut tak lepas dari kontribusi produk digital BNI yang terus melonjak. Menurut keterangan resmi perseroan yang diterima, kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat selama masa pandemi ini, antara lain BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama bagi nasabah untuk bertransaksi.

“Sehingga dengan kondisi tersebut, sampai September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking ini telah tumbuh hingga 80,4% secara yoy,” tegas keterangan resmi itu, Rabu (28/10/2020).

Adapun jumlah transaksi meningkat tersebut dari 142 juta pada Kuartal III tahun 2019 menjadi 211 juta transaksi pada Kuartal III tahun 2020 atau meningkat 48,1%. “Ke depannya layanan perbankan digital akan semakin menjadi ujung tombak,” katanya.

Disebutkannya, pengembangan Digital Banking akan dilakukan tidak hanya untuk menghasilkan produk dan layanan keuangan digital yang mendukung inklusi keuangan dan meningkatkan customer engagement, namun juga digitalisasi pada proses bisnis internal yang melahirkan produktivitas dan efisiensi.   

Dengan kuatnya digitalisasi itu, terlihat dari sisi pendapatan non bunga (Fee Based Income). Dari segmen ini, BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% yoy, membaik dibandingkan kuartal kedua yang lalu yang tumbuh 3,2%.

Di saat bersamaan, perseroan juga mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) pada kuartal III-2020 itu tumbuh negatif yaitu -0,8% yoy. Namun penurunan tersebut dapat diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang signifikan sebesar -8,0% yoy, sehingga marjin bunga bersih (NIM) hingga akhir September 2020 itu sebesar 4,3%.

BACA JUGA:   Bisnis Treasury dan Internasional BNI Diapresiasi

Aktif dalam PEN

Selain itu, dalam menghadapi dampak pandemi, BNI juga secara aktif melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang berkinerja baik namun bisnisnya terdampak Covid-19. Dalam perkembangannya, hingga akhir September 2020, BNI telah memberikan restrukturisasi kredit sebesar Rp 122,0 triliun atau 22,2% dari total pinjaman yang diberikan, kepada 170,591 debitur, yang mayoritas adalah debitur sektor perdagangan, restoran, dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.

Selain itu, BNI juga mendukung upaya pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui optimalisasi penempatan dana dari pemerintah dalam bentuk penyaluran pinjaman modal kerja pada pelaku usaha yang berorientasi ekspor, padat karya, dan ketahanan pangan. Pada tahap pertama, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 5 triliun, kemudian pada tanggal 24 September 2020, pemerintah kembali memberikan tambahan penempatan sebesar Rp 2,5 triliun.

Tujuan dari penempatan dana ini diharapkan akan menambah daya ungkit penyaluran kredit oleh perseroan hingga 3 kali. Hingga 20 Oktober 2020, BNI telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 21,1 triliun, yang mayoritas (70%) disalurkan pada segmen kecil terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dan tercatat per akhir September 2020, penyalurkan KUR yang dilakukan BNI senilai Rp 15,05 triliun kepada 170.569 debitur. KUR BNI ini tersalurkan pada berbagai sektor ekonomi, antara lain ke sektor pertanian sebesar Rp 3,95 triliun; sektor perdagangan Rp 7,37 triliun; sektor jasa usaha Rp 2,44 triliun; serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp 1,08 triliun.

Foto: Istimewa

Tags: Bank BNIbbnidigitalisasi perbankanmobile banking
Previous Post

Libur Panjang, Bank Mandiri Operasikan 133 Cabang Secara Terbatas

Next Post

Hingga Kuartal III, Pasar Otomotif Nasional Masih Jeblok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR