TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Melemah

Agus Haryanto
2 November 2020 | 08:21
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan Senin (02/11/2020) atau pasca-libur panjang di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan melemah, seiring dengan penurunan bursa saham global.

“IHSG diproyeksikan akan melemah, seiring dengan sentimen global dari pasar AS,” demikian sebut riset harian Samuel Sekuritas Indonesia dalam laman samuel.co.id, di Jakarta.

Riset memperlihatkan bahwa pasar Amerika pekan lalu mengalami koreksi yang cukup dalam secara mingguan dengan minus 6,47% pada index Dow Jones, 5,63% pada S&P500, dan 5,51% pada index Nasdaq. Walaupun rilis data GDP AS yang mencatatkan kenaikan 33,1% (prev: 31,4% qoq, cons: 32%) dinilai cukup baik dan diatas konsensus. Namun koreksi pada pasar AS tetap terjadi yang merefleksikan keputusann dari stimulus yang tidak akan cair sebelum Pemilu.

Kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global, dan ancaman second lockdown. Dari pasar AS sendiri, sentimen yang dapat diperhatikan adalah Pemilu presiden AS pada 3 November.

Kasus Covid-19 secara global kembali naik dan Amerika sendiri mencatatkan rekor barunya pada 30 Oktober dengan penambahan 99.784 kasus (Rekor sebelumnya: 75.678 pada 16 Juli 2020). Tidak hanya di AS, beberapa negara Eropa pun terlihat mencatatkan kenaikan jumlah kasus harian hingga Inggris memutuskan untuk melakukan lockdown selama 4 minggu. Penambahan kasus secara global diduga akibat dari datangnya musim dingin yang membuat transmisi dari virus lebih cepat menyebar pada suhu yang dingin.

Di Indonesia sendiri, kurva penambahan kasus harian Covid-19 sudah mulai menurun. Pada hari Minggu 1 November kemarin hanya terjadi penambahan sejumlah 2.696 kasus (Sabtu: 3.143 kasus). Penambahan pasien sembuh tercatat lebih besar sebanyak 4.141 pasien dan jumlah pasien sembuh sebesar 341.942. Bila membandingkan dengan total jumlah kasus kumulatif sebanyak 412.784 kasus artinya jumlah pasien sembuh sudah sebesar 82%. Yang dapat diperhatikan dari kasus Covid-19 sendiri adalah perkembangan dari vaksin yang kabarnya akan menyelesaikan ujicoba tahap 3-nya pada bulan November ini.

BACA JUGA:   Pemerintah Gantung Nasib Tujuh Persen Saham Divestasi Newmont

Pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,3% secara harian sebelum pasar libur. Pekan ini yang dapat diperhatikan dari dalam negeri adalah rilis data inflasi (prev: 1,42% yoy, cons: 1,45% yoy), Markit Manufacturing PMI (prev: 47,2, cons:46,8) pada hari ini dan rilis GDP kuartal 3 (prev: minus 5,32%, cons:1,2%) pada hari Kamis 5 November.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Usai Libur Panjang, Ada Kans Penguatan Minimal bagi IHSG

Next Post

2 Saham LQ45 Direkomendasikan Dibeli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR