TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Forum IOG 2020 Targetkan Investasi Kakap Migas Berinvestasi di Indonesia

Albarsyah
5 November 2020 | 06:40
rubrik: Ekonomi
Forum IOG 2020 Targetkan Investasi Kakap  Migas Berinvestasi di Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Indonesia masih sangatlah bergairah bagi para investor dalam menanamkan modalnya pada industri hulu hingga hilir minyak dan gas. Apalagi Indonesia memliki temuan cadangan migas dengan sangat besar pula, Giant Discovery pada 3.000 cekungan laut dalam di seluruh nusantara ini.

Potensi energy migas Indonesia masih menjadi perhatian para investor kelas kakap dunia. Tentunya bagi investor kenyamanan berinvestasi sangat diperlukan, baik itu dalam hal regulasi, kemudahan serta penyederhanaan perizinan bahkan juga berbagai insentif lainnya.

Dengan mengejar para investor kelas kakap industri migas ini, maka seluruh pelaku industri hulu-hilir migas serta pemerintah melakukan sinergitas yang harmonis dalam rangka menjaring para investor kakap di industri hulu-hilir migas ini untuk berinvestasi di dalam negeri.

IOG 2020 forum ini digelar selama 3 hari dengan target bisa menjaring investor kakap hulu-hilir migas berinvestasi di dalam negeri. Berbagai potensi besar, giant discovery industri migas  akan dikupas dalam paparan potensi di forum ini.

Dalam rangka mengawal keberlangsungan realisasi target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berencana menyelenggarakan kegiatan “2020 International Convention on Upstream Oil and Gas Indonesia” (IOG 2020). Forum ini akan dilaksanakan secara daring pada 2 – 4 Desember 2020.

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, selaku Ketua Steering Committee IOG 2020 mengatakan, forum ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk mendukung dan mewujudkan industri hulu migas sebagai pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional menjadi kunci penting.

BACA JUGA:   Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Daya Saing

“Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan yang berada di industri hulu migas. Tidak mungkin SKK Migas berjalan sendirian”, katanya dalam konferensi pers di Jakarta (4/11).

Forum IOG 2020 memiliki empat tujuan yakni mengidentifikasi kebijakan dan strategi untuk menarik investasi industri hulu migas di kondisi pasar dunia yang sangat kompetitif, mengidentifikasi tantangan dan membuat inisiatif untuk mendorong kolaborasi antara investor dan pemangku kepentingan,  merinci program prioritas dengan masukan dari pemangku kepentingan dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat mempercepat pelaksanaan program tersebut, serta memberi penghargaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama atas pencapaian kinerja di industri hulu migas.

SKK Migas menargetkan sebanyak 10.000 peserta dapat tergabung dalam forum ini mulai dari pemerintah selaku pemegang kebijakan, pelaku bisnis hulu migas nasional dan internasional, akademisi, termasuk awak media. “Kami akan mengundang para pihak tersebut untuk berdiskusi dan menghasilkan program nyata yang akan mendukung visi SKK Migas,” ujar Fatar.

Selain forum utama yang diselenggarakan 2 – 4 Desember 2020, terdapat 14 forum yang dilaksanakan sebagai bagian dari pre-event IOG 2020. Forum dari masing-masing fungsi di SKK Migas akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari forum utama. “Nantinya hasil forum-forum ini tinggal dimatangkan pada IOG 2020. Salah satunya adalah Forum Eksplorasi dan Produksi yang akan diselenggarakan 5 – 6 Oktober 2020,” jelas Fatar.

Fatar menambahkan untuk mewujudkan visi jangka panjang, SKK Migas telah melakukan transformasi hulu migas sejak awal 2020 melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0. Transformasi ini mencakup kegiatan usaha hulu migas keseluruhan, dengan SKK Migas selaku pengelola kegiatan usaha hulu migas yang menjadi penggerak.

BACA JUGA:   Sambangi JIS, PLN Siap Pasok Listrik Jelang FIFA World Cup U17

Dalam Renstra IOG 4.0, SKK Migas menetapkan 4 pilar strategis dan 6 pilar pendukung (enablers) yang akan menjadi acuan industri hulu migas Indonesia untuk mewujudkan produksi 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD. Dari pilar-pilar tersebut diperoleh 22 program utama dengan 80 target dan lebih dari 200 action plans yang akan dilaksanakan hingga tahun 2030.

Berdasarkan data SKK Migas, hingga Oktober 2020, terdapat 18 program telah diselesaikan. Sedangkan di tahun 2021 akan dilaksanakan 4 program. “Tahun 2020 memiliki tantangan yang sangat berat dengan adanya pandemi Covid-19 dan rendahnya harga minyak. Hal tersebut mengoreksi pencapaian long term plan (LTP) SKK Migas sebesar 2,7 persen. Namun apabila pandemi dapat dikendalikan di 2021, kami optimis LTP akan kembali on track pada 2022 dan 2023,” ujar Fatar.

Previous Post

Proyek Strategis Nasional PLTP Patuha 2 akan Tingkatkan Perekonomian Daerah

Next Post

Ukiran Prestasi Indra Karya Raih Penghargaan The Best SOE Konsultan Konstruksi Terbaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR