Jakarta, TopBusiness – Pengembangan Pembangunan projek PLTP Patuha 2 yang akan membangun penambahan dana listrik terpasang pada projek tersebut sebesar 55 MW dan projek ini akan rampung pada tahun 2024 mendatang.
Dengan penambahan daya terpasang ini akan meningkatkan pendapatan bagi daerah penghasil PLTP ini baik itu secara langsung dalam penerimaan bagai hasil antara daerah dan pusat. Serta pula dengan pembagnunan PLTP ini pun peningkatan investasi yang ditanakamkan di daearah tersebut.
Investasi jutaan USD ini sudah dipastikan akan mendongkrak dan mengairahkan sektor perekonomian di daerah tersebut. Apalagi jika PT GDE pun dapat turun langsung memberikan pembinaan terbaik dan terukur agar perekonomian pedesaan terpencil di WKP ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan serta pula bisa meningkatkan taraf hidup yang telah dicanangkan pemerintah pusat agar SDGs Development Goal masyarakat pingiran agar segera meningkat dengan investasi besar yang masuk dalam sektor EBTE ini.
Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung penuh pelaksanaan program pengembangan Proyek Strategis Nasional PLTP Patuha 2 yang dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) (“GeoDipa”).
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang M. Naser, dalam public expose Proyek Strategis Nasional PLTP Patuha 2 di Grand Sunshine, Bandung, Rabu (04/11) yang turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Bandung, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta para pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Dadang, dengan adanya investasi dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional PLTP Patuha 2, akan memberikan dampak yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Namun perlu pemahaman dari semua pihak agar bisa bahu membahu membangun sinergitas untuk bisa menikmati manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dari hadirnya investasi ini,” katanya.
Dadang juga menambahkan bahwa sosialisasi dari pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi masih harus terus dilakukan secara intensif, terus menerus. Hal ini mengingat masih banyaknya kesalahan informasi yang ada di tengah masyarakat. Harus membangun masyarakat yang care dan faham apa itu panas bumi dari sejak dini. Membangun pendidikan panas bumi sejak usia dini ini sudah menjadi keharusan.

“Patut terus kita sosialisasikan, karena kehadiran energi baru terbarukan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, oleh Negara. Energi baru terbarukan yang dipandang ramah lingkungan, tapi masih ada mis informasi yang seolah-olah berdampak terhadap longsor dan lain-lain akibat eksplorasi serta eksploitasi,” ujarnya.
Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim, menyampaikan bahwa Proyek ini merupakan bagian dari program Infrastruktur Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM No. 15 Tahun 2010, yang terakhir diubah dengan Peraturan Menteri ESDM No. 40 Tahun 2014 ,dikenal sebagai program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Llistrik 10.000 MW Tahap Kedua/Fastrack 2 yang terintegrasi ke dalam Proyek Ketenagalistrikan 35.000 MW yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Proyek PLTP Patuha 2 ini sudah tertunda lama sejak tahun 2002 karena berbagai tantangan kami hadapi. Namun alhamdulillah, berkat kemudahan yang diberikan Allah SWT serta dukungan penuh dari semua pihak, baik pihak pemangku kepentingan, regulator/pemerintah pusat di berbagai kementerian, pemerintah daerah, DPR dan DPRD serta masyarakat sekitar, proyek ini sudah mulai berjalan. Ini tentu merupakan kebanggaan masyarakat di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan proyek strategis ini, GeoDipa membutuhkan dukungan secara serius dari semua pihak dan para pemangku kepentingan, terutama Forkompinda Kabupaten Bandung untuk mencapai target dalam pembangunan proyek PLTP Patuha Unit 2.
Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor panas bumi, GeoDipa memiliki peran dalam mewujudkan program Pemerintah untuk melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) yaitu Pembangunan Proyek PLTP Dieng dan Patuha Unit 2 dengan kapasitas masing – masing 1x 55 MW yang akan selesai pembangunannya pada tahun 2024.
Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi, Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Budi Herdiyanto, juga memberikan dukungan kepada GeoDipa terkait program pengembangan tersebut. Hal ini dikarenakan program tersebut aesuai dengan Visi Misi Pemerintah untuk mewujudkan Kedaulatan Energi.
“Kami mendukung sepenuhnya upaya GeoDipa. Kami juga menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bandung. Dukungan sangat diperlukan, karena program pengembangan Proyek Strategis Nasional Patuha 2 ini akan memberikan manfaat bagi Penerimaan Negara dan Penerimaan Asli Daerah, tenaga kerja, serta multiplier effect lainnya seperti roda pembangunan ekonomi,” tegasnya.
