Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia rawan aksi ambil untung (profit taking) hingga penutupan perdagangan Rabu (11/11/2020).
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup bervariatif. Dow terangkat 0,90%, sedangkan S&P500 turun 0,14% dan Nasdaq 1,37%. Sentimen utama masih terkait dengan perkembangan vaksin Covid-19. Dimana Pfizer dan BioNtech SE. mengatakan, vaksin yang dikembangkan efektif 90% membuat saham-saham teknologi kembali terkoreksi dan saham-saham yang mendapat benefit dari pemulihan ekonomi setelah datangnya vaksin menguat.
Pergerakan bursa AS juga terjadi di tengah terus meningkatnya penyebaran virus COVID-19, serta proses pemilihan Presiden di AS belum kunjung selesai.
Pada hari ini MSCI yang menjadi salah satu acuan investor asing, telah merotasi konstituen sahamnya di Indonesia. Dalam MSCI Global Standard Index, bertambsh saham MDKA dan TOWR, namun saham HMSP dan EXCL keluar. Dalam MSCI Small Caps index, bertambah BRIS, CARE, FREN, TINS, EXCL dan mengeluarkan saham LPPF, TAMU, RALS dan SSMS.
Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia pada hari kemarin bertambah 3.779 kasus. Sedangkan kasus sembuh harian sebesar 3.475 kasus. Dengan demikian Case Closed mencapai 87,9%.
“Setelah beberapa hari mengalaami penguatan, hari ini kami perkirakan IHSG rawan terkena aksi profit dan mengikuti pergerakan bursa global,” demikian tersebut dalam laman samuel.co.id.
Foto: Rendy MR
