Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak menurun, sebab ada potensi profit taking.
Hasil riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa pasar saham Amerika ditutup bervariasi. DJIA turun 0,08% ke level 29.397, S&P500 naik 0,77%, dan Nasdaq 2,01%. Mayoritas pasar beralih ke saham teknologi di tengah wait and see progress vaksin Pfizer dan BioNTech.
Indeks EIDO berkurang 0,55% dan IHSG Rabu ditutup positif 0,85% menjadi 5.509,5 dengan pendorong saham TLKM, BBRI dan ASII. Net buy asing pada pasar regular mencapai Rp 2 triliun. Saham dengan nilai net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 687,7 miliar), TLKM (Rp 557,8 miliar), dan BBCA (Rp 479,1 miliar). Sementara net sell dicetak oleh TOWR (Rp 191,2 miliar), ICBP (Rp 60,7 miliar), dan TBIG (Rp 59,5 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 322% disertai net buy asing Rp 4,4 triliun pada pasar regular.
Kasus baru Covid-19 Rabu diumumkan turun menjadi 3.770 kasus (Selasa: 3,779) dengan tingkat kesembuhan lebih rendah yaitu 3.241 (Selasa: 3.475) dan kematian 75 kasus (Selasa: 72). Total kasus Covid-19 Indonesia telah mencapai 448.118 dengan rasio kasus ditutup sebesar 78,6% per 11 Nov 2020 (10 Okt 2020: 87,9%).
Rilis terkini adalah Retail Sales Indonesia per Sep-20 yang melemah 8,7% atau dibawah konsensus yang 7,5% namun lebih baik dibanding Aug-20 yang 9,2%. “Hari ini akan ada rilis data Current Account Indonesia peridoe Q3-2020 (cons: deficit USD 9 miliar, Q2-2020: deficit USD 2.9 miliar). Kami memperkirakan IHSG hari ini berpotensi bergerak melemah dengan antisipasi profit taking terhadap sektor-sektor yang telah menguat sepanjang minggu ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
