Jakarta, TopBusiness – Pusat Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan (PPDPP) tahun 2021 mendapat penugasan untuk mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah. Rincian dana adalah dari APBN sebesar Rp 16,62 triliun dan dana bergulir Rp 2,5 triliun.
Penyaluran dana bergulir untuk subsidi bunga kredit perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut naik dibandingkan tahun 2020 ini yang tercatat Rp 11 triliun untuk 101.442 debitor. Rinciannya adalah Rp 9 triliun dana DIPA dan Rp 2 triliun dana pengembalian pokok.
Direkur Utama Badan Layanan Umum (BLU) PPDPP Arief Sabaruddin optimistis seluruh dana FLPP tersalurkan sampai pertenghan November 2020 ini. Berdasarkan data sampai 12 November 2020, penyaluran dana FLPP sudah mencapai 97 persen yang kemungkin besar terpenuhi pada akhir pekan lalu.
Kunci keberhasilan pemerintah menyalurkan dana FLPP tersebut tak terlepas dari penggunaan aplikasi SiKasep yang diluncurkan oleh PPDPP pada 19 Desember 2019. SiKasep merupakan singkatan dari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan.
Aplikasi yang dibangun sendiri oleh tim IT internal PPDPP ini dapat diunduh secara gratis pada Playstore melalui handphone berbasis android. Aplikasi ini berfungsi membantu memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi FLPP, Subsidi Selisih Bunga (SSB), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dari pemerintah. Selain SiKasep, PPDPP juga membangun aplikasi khusus untuk para pengembang perumahan bernama SiKumbang dan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).
Menurut Arief, aplikasi SiKasep sudah teruji ketika awal-awal terjadi pandemi covid 19 yang membuat satu kantor pegawai PPDPP bekerja dari rumah alias WFH selama tiga bulan. Ternyata, PPDPP saat itu masih bisa menyalurkan dana FLPP hingga mencapai 1.000 debitor dalam sehari. “Ini prestasi yang pernah kita raih, dan itu terbantu berkat aplikasi SiKasep,” kata Arief dalam sebuah acara penjurian TOP DIGITAL Awards 2020, akhir pekan lalu.
Berdasarkan survei kepuasan pelanggan terhadap penggunaan aplikasi SiKasep, sebanyak 58,69 persen MBR menilai sangat baik dan 34 persen dinilai baik. Pengguna yang menilai kurang hanya di bawah 0 koma sekian persen. Sedangkan untuk aplikasi SiKumbang, 44 persen pengembang menilai sangat baik, dan 50 persen baik.
“Melihat angka ini, dominan penilaiannya adalah baik dan sangat baik. Kami juga membuat holtline sampai jam 10 malam, ada tiga sift. Ini karena respons masyarakat yang sangat baik. Di google play rating aplikasi SiKasep sudah 4 bintang,” ujarnya.
Secara sistem, menurut Arief, aplikasi yang dikembangkan PPDPP sudah mengikuti ketentuan ISO 27001. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang juga rutin melakukan security asessment. “Alhamdulillah dalam pertemuan dengan BSSN, sistem kita dianggap aman.”
