Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan penguatanya pada perdagangan beberapa hari terakhir. Dan pada hari ini pun masih ada sinyal positif yang menopangnya, sehingga diproyeksi kembali menguat. Namun begitu, pelaku pasar diminta untuk waspada karena mulai ada potensi koreksi seiring dengan aksi jenuh beli.
Menurt analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin pada 17 November 2020, IHSG kembali ditutup positif dengan menguat 0,64% di level 5529.94. Dan pada perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif.
“Meskipun demikian, Stochastic dan RSI ternyata mulai menunjukkan overbought atau jenuh beli. Di sisi lain juga mulai terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG,” tutur Nafan di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Untuk itu, dengan situasi sentiment pasar yang melingkupinya, maka Nafan memproyeksi level support maupun resistance IHSG akan berada pada rentang 5427.63 hingga 5562.47.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– ACES, dengan daily (1690). RoE: 14.16%; PER: 40.91x; EPS: 41.31; PBV: 5.81x; Beta: 0.85. Pergerakan harga saham menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1660–1690, dengan target harga secara bertahap di level 1735, 1785 dan 1850. Support: 1660 & 1620.
– BRPT, dengan daily (930). RoE: 0.51%; PER: 389.58x; EPS: 2.40; PBV: 1.97x; Beta: 1.99. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan kedepan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 920 – 930, dengan target harga secara bertahap di level 960, 990 dan 1035. Support: 910 & 890.
– INCO, dengan daily (4580). RoE: 5.02%; PER: 29.74x; EPS: 153.99; PBV: 1.50x; Beta: 1.61. Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 4580 – 4780, dengan target harga di level 4480. Resistance: 4800.
– LPPF, dengan daily (1030). RoE: -128.66%; PER: -3.51x; EPS: -293.63; PBV: 4.23x; Beta: 1.86. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 930 – 1030, dengan target harga secara bertahap di level 1075, 1220 dan 1365. Support: 930 & 895.
– MAPI, dengan daily (765) (RoE: -12.77%; PER: -15.57x; EPS: -49.14; PBV: 1.99x; Beta: 1.75. Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area 765 – 820, dengan target harga di level 730. Resistance: 850.
– PTPP, dengan daily (1140). RoE: 0.25%; PER: 201.18x; EPS: 5.67; PBV: 0.50x; Beta: 2.82. Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area 1140 – 1225, dengan target harga di level 1050. Resistance: 1250.
– SILO, dengan daily (4830). RoE: -1.10%; PER: -118.77x; EPS: -40.67; PBV: 1.33x; Beta: 0.13. Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 4780 – 4830, dengan target harga secara bertahap di level 4930, 5275 dan 5625. Support: 4780 & 4660.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
