Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Rabu (18/11/2020) di Bursa Efek Indonesia rawan koreksi. Pasalnya, bursa saham global melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup melemah. Dow turun 0,56%, S&P 0,48%, dan Nasdaq 0,21%. Saham-saham tertekan setelah adanya aksi profit taking setelah 2 hari perdagangan sebelumnya terus menguat dan telah mendekati level tertingginya. Sentimen negatif yang membayangi bursa AS adalah semakin tingginya kasus Covid-19.
Sentimen negatif lain datang dari data pertumbuhan penjualan ritel AS bulan Oktober sebesar plus 0,3%, lebih rendah dari konsensus yang memperkirakan penjualan ritel tumbuh 0,5%. Selain, Jerome Powell, Gubernur The Fed mengatakan bantuan stimulus dari pemerintah semakin mendesak saat ini.
Dari dalam negeri, IHSG kemarin menguat 0,64% didukung net buy asing Rp 758,2 miliar di pasar reguler. Sentimen positif juga datang dari rupiah yang menguat mendekati level psikologis Rp 14.000/USD.
Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, kemarin, terdapat penambahan 3.807 kasus baru dan 3.193 kasus sembuh. Sehingga secara total case closed mencapai 87,3%. “Hari ini kami memperkirakan IHSG akan rawan terkoreksi, menyusul pergerakan bursa AS semalam,” demikian tertulis.
Foto: rendy mr
