Jakarta, TopBusiness—Kebijakan pembiayaan berwawasan lingkungan (green financing) mendorong perilaku pelaku industri keuangan untuk membiayai sektor yang memberikan dampak minimal terhadap dampak lingkungan.
“International Finance Corporation merilis data transisi penggunaan brown energy atau penggunaan sumber energi yang menimbulkan polusi, kepada energi hijau berpotensi membawa investasi hijau di Indonesia hingga mencapai USD 458 miliar,” kata Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam keterangan tertulis, hari ini.
Sebagai otoritas makroprudensial, Bank Indonesia mendorong pembiayaan berwawasan lingkungan antara lain dengan memberikan insentif kepada pembiayaan bagi properti dan kendaraan yang bermotor berwawasan lingkungan.
“Itu berupa pelonggaran kebijakan rasio loan-to-value atau financing-to-value kredit/pembiayaan properti, serta uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” kata Destry.
Ilustrasi: Istimewa
