Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan penguatannya. Hal ini tak lepas masih cukup tersedianya sentiment positif yang direspon pelaku pasar.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin, Indeks berhasil ditutup menguat signifikan 1,42% di level 5759.92. Dan pada perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Ditambah di sisi lain, terlihat juga pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur Nafan dalam daily report-nya di Jakarta, Jumat (27/11/2020).
Dengan kondisi tersebut, berdasrkan rasio fobonacci, dia memproyeksi level support maupun resistance IHSG akan berada di kisaran 5695.53 hingga 5874.89.
Untuk itu, berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain adalah:
– AKRA, dengan daily (2900). RoE: 8.47%; PER: 13.47x; EPS: 221.80; PBV: 1.11x; Beta: 1.7. Pergerakan harga saham menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2860 – 2900, dengan target harga secara bertahap di level 2970 and 3240. Support: 2830 & 2700.
– BWPT, dengan daily (104). RoE: -27.07%; PER: -3.18x; EPS: -41.41; PBV: 0.86x; Beta: 2.09. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 100 – 104, dengan target harga secara bertahap di level 110, 137 dan 163. Support: 90 & 83.
– ERAA, dengan daily (1805). RoE: 7.22%; PER: 14.68x; EPS: 122.96; PBV: 1.06; Beta: 2.04. Pergerakan harga saham menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 1785 – 1805, dengan target harga secara bertahap di level 1890, 1945, 1990 dan 2170. Support: 1725.
– INTP, dengan daily (14900). RoE: 6.58%; PER: 36.34x; EPS: 402.43; PBV: 2.38x; Beta: 1.54. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 14300 – 14900, dengan target harga secara bertahap di level 16000, 16700, 17250 dan 19625. Support: 13850.
– TINS, dengan daily (1095). RoE: -6.99%; PER: -23.82x; EPS: -45.97; PBV: 1.68x; Beta: 2.32. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1085 – 1095, dengan target harga secara bertahap di level 1125, 1195 dan 1485. Support: 1040.
– WSKT, dengan daily (1095). RoE: -15.22%; PER: -4.06x; EPS: -258.52; PBV: 0.62x; Beta: 2.98. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1035 – 1055, dengan target harga secara bertahap di level 1090 dan 1165. Support: 1035 & 995.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
