Jakarta, TopBusiness—Produk cerutu senilai USD 84.400 atau Rp 1,25 miliar, diekspor perdana oleh perusahaan dari Mojokerto, Jawa Timur. Adapun tujuan ekspor adalah ke Jepang dan berlangsung perdana, saat masa pandemi Covid-19.
Dalam keterangan pers dari Kementerian Perdagangan RI hari ini, dijelaskan bahwa produsen cerutu tersebut adalah PT Universal Strategic Alliance.
Produsen tersebut merupakan satu dari 133 perusahaan yang acara pelepasan ekspornya dihadiri secara virtual belum lama ini oleh Presiden RI Joko Widodo.
Kegiatan ini dilakukan serentak di Lamongan, Jawa Timur; Boyolali, Jawa Tengah; Sunter, DKI Jakarta, dan sejumlah kota lain di 16 provinsi. Di antara 133 perusahaan tersebut, produsen cerutu tersebut merupakan produsen non-UKM.
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengapresiasi para pelaku usaha yang tetap semangat menjalankan bisnisnya di tengah pandemi ini melalui berbagai kegiatan, termasuk dengan melakukan ekspor. “Eskpor perdana di yang dilakukan saat ini menandakan bahwa pandemi tidak menghalangi semangat para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualannya serta berkontribusi dalam pemulihan perekonomian nasional,” ujarnya.
Menteri Agus Suparmanto menambahkan, kontribusi yang dilakukan para pelaku usaha dalam kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lainnya agar tak patah semangat dan tetap bertahan dalam kondisi pandemi.
“Saya yakin, dengan sinergi yang solid antar-pihak terkait, kita mampu kembali menjalankan bisnis seperti sedia kala. Pelaksanaan ekspor ini juga merupakan bukti konkret dari keuletan, kegigihan, dan semangat yang dimiliki para pelaku usaha,” pungkas menteri tersebut.
Ilustrasi: Istimewa
