TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jumlah Pembeli Online Naik Drastis

Achmad Adhito
14 December 2020 | 10:00
rubrik: Business Info
FOTO – PPN Belanja Online akan Diberlakukan

Pengguna E-Commerce (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Nielsen Clicks Study 2020 menemukan bahwa peningkatan jumlah pembeli online hampir mencapai dua kali lipat dari tahun 2018, dengan jumlah perkiraan sekitar 7,3 juta konsumen yang melakukan aktivitas pembelian online di tahun 2020 sebelum pandemi Covid-19.

“Online pun menjadi saluran belanja populer dan menjadi peran penting di pasar, sama pentingnya dengan saluran offline sehingga omni-channel dapat menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan konsumen online dan offline,” kata Yudi Suryanata, Executive Director Consumer Insight Nielsen Indonesia, dalam penjelasan tertulis, akhir pekan kemarin.

Pemanfaatan omni-channel oleh konsumen online saat ini adalah untuk melakukan pembelian (72%) dan mencari informasi (67%).

Sebelum pandemi tersebut, sebagian besar pembeli online melakukan pembelian untuk kategori fashion, kosmetik, dan transportasi. Umumnya para pembeli online tertarik untuk belanja secara online karena ada program discount yang ditawarkan. Pembeli online paling banyak mengejar discount voucher (49%) ketika mereka memilih untuk berbelanja secara online. Disusul membeli dengan harga yang lebih
murah (47%) dan layanan gratis pengiriman/ pengembalian barang (33%).

Pandemi Covid-19 membuat konsumen online melakukan belanja online menjadi lebih sering dan akan berlanjut dalam enam bulan ke depan. Hanya 24% pembeli online ingin mengembalikan kebiasaan berbelanjanya seperti sebelum pandemi tersebut.

Jika di masa sebelum pandemi, kategori produk yang paling banyak dibelanjakan secara online adalah kategori fashion, kosmetik dan transportasi online. Situasi pandemi berdampak pada kategori fashion, kosmetik, dan transportasi, menjadi lebih sedikit dibeli secara online.

Sementara kategori pembayaran tagihan (38%), makanan dan minuman (33%), personal care (33%), dan jasa-jasa seperti delivery (20%) meningkat di masa saat ini.

“Melihat pergeseran pembelian kategori produk para pembeli online ini, penting bagi pemilik brand, manufaktur, ataupun retailer, dapat menawarkan berbagai kemudahan dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen,” kata Yudi.

BACA JUGA:   Menperin: Investasi Nasional kian Lirik Industri Manufaktur

Selain mengutamakan kualitas dan keamanan, brand dan retailers juga harus mampu memadukan kebutuhan online dan offline dari konsumen.

“Berinovasi khususnya di omni-channel harus menjadi investasi bagi para pelaku industri. Oleh karena itu, beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan adalah peluang untuk pengembangan kemasan yang lebih besar, menambah visibility produk, penting untuk menjaga stok produk, launching produk tertentu di
channel online,” kata Yudi.

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Tags: belanja onlinesurvei nielsen
Previous Post

Gerakan 1.000 Gawai Selamatkan Hasbi

Next Post

Peringkat Surat Utang Waskita Diganjar Stabil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR