TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dubes RI: Dengan Vaksin Insya Allah Kita Akan Sehat

Albarsyah
14 December 2020 | 16:07
rubrik: Ekonomi
Dubes RI:  Dengan Vaksin Insya Allah Kita Akan Sehat

Jakarta, TopBusiness – Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu negara  terdepan dalam hal vaksinasi Covid-19. Sejak Oktober 2020, UEA telah mulai melakukan vaksinasi, tidak hanya bagi warga negaranya, Pemerintah juga memberikan vaksinasi kepada warga negara lain yang tinggal dan beraktivitas di UEA. Jajaran Kedutaan  Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk UEA menjadi salah satu pihak yang mendapatkan  kesempatan vaksinasi.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Aarab, Husin Bagis menceritakan, “KBRI banyak  menerima dan melayani masyarakat baik warga lokal maupun warga negara Indonesia,  membuat kita berinteraksi langsung dengan publik, itulah dasar kami memohon kepada  Pemerintah UEA agar diberikan vaksin tersebut. Pemerintah Abu Dhabi sangat membantu  KBRI karena memang tidak semua kedutaan besar negara lain yang mendapatkan fasilitas  vaksin tersebut”, terangnya dalam acara Dialog Produktif dalam tema “Pengalaman Vaksinasi COVID-19 di Uni Emirat Arab”, yang diselenggarakan Komite Penanganan  COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (14/12).

Dalam proses vaksinasi, pertama-tama warga negara akan berkonsultasi dengan dokter untuk  mengetahui riwayat kesehatan mereka sebelumnya dan mengukur tekanan darah, kolesterol,  dan gula darah. Tidak ada persiapan khusus, bagi yang sehat bisa langsung divaksinasi, yang  kurang sehat vaksinasinya ditunda.

Untuk diketahui, penyuntikan vaksin Covid-19 ini dilakukan dua tahap, “Suntikan pertama kami  dapatkan pada 21 Oktober, lalu suntikan kedua di 23 November. Termin kedua bagi teman teman di KBRI yang belum divaksinasi dibuka pada 23 November untuk suntikan pertama dan 5 Desember untuk suntikan kedua”, tutur Husin Bagis dalam keterangan resmi yang diterima redaksi TopBusiness.id.

Husin Bugis menyampaikan kondisinya setelah menerima vaksinasi Covid-19,  “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada hal-hal yang berbeda dari diri dan kesehatan saya setelah  divaksinasi Covid-19. Semua berjalan lancar, saya tanyakan istri dan mengevaluasi kondisi  teman-teman di KBRI yang lain, sebagian besar baik-baik saja, hanya satu dua yang sedikit  takut setelah itu normal. Kemudian akan ada semacam tes anti bodi terhadap saya, untuk  melihat kemanjuran vaksin tersebut”, ungkapnya.

BACA JUGA:   Postur APBN-P 2020: Pendapatan Turun, Utang Membengkak

Kemajuan UEA dalam memberikan program vaksinasi Covid-19 menurut Husin Bagis adalah  buah dari kebijakan dalam negeri yang terkontrol dan diplomasi luar negeri yang terukur.  “Semenjak Covid-19 melanda UEA, kebijakan dalam negeri langsung menerapkan protokol  kesehatan standar WHO, kegiatan keagamaan dan perkawinan dibatasi. Sementara itu, kebijakan luar negeri pemerintah UEA waktu itu berfikir bahwa yang pertama kali terdampak  Covid-19 adalah Tiongkok, berdasarkan hal itu Pemerintah UEA langsung menghubungi  Sinopharm untuk bekerja sama karena berfikir Tiongkok pasti akan mengawali usaha  penemuan solusi pandemi ini. Pada akhirnya Pemerintah UEA dan Tiongkok bekerja sama  melalui perusahaan G42, di Abu Dhabi. Awalnya G42 ini perusahaan teknologi di bidang  pengembangan artificial intelligence, yang kini mensuplai vaksin Covid-19. Dampak kebijakan  dalam negeri dan luar negeri yang didukung jumlah penduduk yang sedikit, sehingga pandemi mudah dikontrol dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pun berjalan tanpa hambatan”.

Kendati UEA sudah divaksinasi, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan standar WHO yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sampai Pemerintah UEA  mengumumkan terbebas dari pandemi Covid-19. Selain itu masyarakat UEA sangat antusias  dengan kehadiran vaksin, karena vaksin ini berkontribusi besar dalam upaya mengembalikan  kehidupan normal mereka. 

“Penduduk lokal UEA 100% muslim, pasti sudah dilakukan verifikasi kehalalan dan kemanjuran terkait vaksin Sinopharm. Masyarakat pun yakin vaksin yang diproduksi Sinopharm itu halal.  Pemerintah UEA juga menyampaikan jelas mengenai kehalalan vaksin tersebut. Kita di  Indonesia juga harus yakin dengan proses yang tengah dilakukan Pemerintah dalam mengkaji  kehalalan vaksin Covid-19 ini. Karena dengan vaksin Insya Allah kita akan sehat dan kembali ke kehidupan normal”, pungkas Husin Bagis.

Previous Post

Ini Pencapaian Pasar Modal Indonesia Sepanjang 2020

Next Post

Indeks Komposit Jakarta Positif 1,25 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR