Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan penguatannya. Hal ini tak lepas dari masih kuatnya sinyal positif yang mampu menopang IHSG.
Menurut analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 1.25% di level 6012.52. Pada hari ini, berdasarkan indikator, adapun MACD, Stochastic maupun RSI menunjukkan sinyal positif.
“Dan di sisi lain, juga masih terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur dia di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Dengan kondisi tersebut, Nafan memproyeksi, berdasarkan rasio fobonacci, untuk level support maupun resistance akan berada pada rentang 5874.89 hingga 6157.11.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– BBNI, dengan daily (6575). RoE: 5.05%; PER: 20.96x; EPS: 311.32; PBV: 1.06x; Beta: 2.05. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 6375 – 6575, dengan target harga di level 6825 dan 7950. Support: 6375 & 6050.
– BBRI, dengan daily (4280). RoE: 9.50%; PER: 27.77x; EPS: 154.15; PBV: 2.64x; Beta: 1.47. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 4230 – 4280, dengan target harga secara bertahap di level 4330, 4460 dan 4640. Support: 4230 & 4130.
– BSDE, dengan daily (1085). RoE: 1.82%; PER: 36.91x; EPS: 29.53; PBV: 0.67x; Beta: 1.62. Pergerakan harga saham menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1075 – 1085, dengan target harga secara bertahap di level 1110, 1165 dan 1235. Support: 1075 & 1035.
– HMSP, dengan daily (1625). RoE: 30.33%; PER: 20.26; EPS: 79.23; PBV: 6.14x; Beta: 1.17. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1555 – 1625, dengan target harga secara bertahap di level 1645, 1900, 2160, 2420 dan 2550. Support: 1505.
– SMRA, dengan daily (795). RoE: -0.18%; PER: -701.47x; EPS: -1.13; PBV: 1.24x; Beta: 2.34. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 780 – 795, dengan target harga secara bertahap di level 815, 840 dan 950. Support: 780 & 730.
– TBIG, dengan daily (1510). RoE: 14.68%; PER: 34.73x; EPS: 43.91; PBV: 5.09x; Beta: 1. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1500 – 1510, dengan target harga secara bertahap di level 1525, 1575, 1700 dan 1820. Support: 1480 & 1455.
– WEGE, dengan daily (254). RoE: 7.92%; PER: 13.97x; EPS: 18.19; PBV: 1.10x; Beta: N/A. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 248 – 254, dengan target harga secara bertahap di level 262 dan 298. Support: 242 & 226.
– WTON, dengan daily (388). RoE: 2.20%; PER: 45.88x; EPS: 8.41; PBV: 1.01x; Beta: 1.93. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 376 – 388, dengan target harga secara bertahap di level 406 dan 428. Support: 376 & 364.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
