Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan hari ini diproyeksikan dibayangi aksi jual.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa Amerika ditutup beragam. Indeks dow jones turun 0,62%, diikuti oleh S&P 500 (0,44%), sementara Nasdaq naik 0,50%. Walikota New York menyebutkan kemungkinan “shutdown penuh” untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Jerman akan memberlakukan lockdown parsial mulai Rabu (16/12).
Dari Asia, beberapa bursa utama Asia juga ditutup beragam. Nikkei positif 0,3%, Hang Seng turun 0,3%, dan Kospi 0,3% dan Shanghai plus 0,7%. IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 6.012,5 di tengah aksi jual bersih asing senilai Rp 51,8 miliar di pasar reguler. Sedangkan EIDO naik 0,57%.
Beberapa berita dan sentimen dapat mempengaruhi pasar saat ini. Data ekspor, impor, dan neraca perdagangan Indonesia pada November akan dirilis. Proyeksi konsensus Ekonomi Perdagangan: ekspor bertambah 2,66% yoy (sebelumnya: -3,29% yoy), dan -24,5% yoy untuk impor (sebelumnya: -26,9% yoy), sedangkan neraca perdagangan diproyeksikan mencatat surplus USD 2,67 miliar (sebelumnya : Surplus USD 3,6 miliar). Ekonom SSI memproyeksikan surplus USD 3 miliar.
Sebanyak 5.489 kasus Covid-19 baru ditemukan pada Senin (Minggu: 6.189 kasus), sedangkan 5.121 pasien sembuh, sehingga rasio kasus tertutup menjadi 84,9%. Kasus baru tersebut membuat total kasus yang ditemukan di Indonesia menjadi 623.309 kasus. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan PSBB yang ketat di DKI Jakarta, menaikkan rasio WFH hingga 75% dan membatasi jam operasional restoran dan mal. Selain itu, arisan besar-besaran orang terkait perayaan Natal dan Tahun Baru juga dilarang.
“IHSG diperkirakan akan terkoreksi, sebagai jawaban atas kemungkinan penerapan PSBB yang ketat,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
