TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kemdikbud klaim Serapan Anggaran Capai Rp 19, 3 Triliun

Nurdian Akhmad
27 July 2015 | 10:40
rubrik: About Us

ssiwa SMP 1thebussines news.co- Jakarta

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengklaim telah melakukan serapan anggaran untuk semester I tahun 2015 mencapai Rp 19,3 triliun (per-19 Juli). Atau 41, 25 % dari Rp 46, 8 triliun (pagu anggaran Kemdikbud APBN 2015).

Menurut Sekertarist Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi, capain tersebut merupakan rangking tiga terbesar diantara serapan anggaran Kementerian Kabinet Kerja. “Kami laporkan per-19 Juli 2015 serapan anggaran Kemdikbud adalah Rp 19, 3 triliun. Berdasarkan data yang diolah dari Kementerian Keuangan, Kemdikbud menempati posisi ketiga terbesar serapan anggaran Kementerian per-19 Juli 2015. Sedangkan posisi pertama dan kedua adalah Kementerian Keuangan dengan 48, 47 % dan Kepolisian Negara RI dengan 48, 10 %,” ungkap Didik Suhardi dalam release yang diterima redaksi, Senin (27/7).

Posisi serapan anggaran yang tinggi ini, lanjut Didik, juga karena Mendikbud Anies Baswedan selama ini menerapkan kebijakan yang mengharuskan setiap unit utama eselon I (Direktorat Jenderal) melaporkan serapan dan kegiatannya setiap dua minggu sekali.
“Kami melaporkan kepada Menteri dua minggu sekali serapan anggaran dan kinerja. Masalah kinerjanya akan dibahas bila tak mencapai target. Dengan begitu, target serapan dan target kegiatan bisa tercapai dengan baik,” imbuhnya.

Dengan pemantuan kinerja yang ketat seperti itu, maka jika dibandingkan dengan tahun lalu, serapan kemdikbud tahun ini meningkat signifikan. “Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu pada Juni tahun 2014 serapan adalah 28 % dan Juni 2015 ini 36 %. Bahkan bila bulan Juli 2014 adalah 35 %, maka Juli tahun ini meningkat menjadi 41, 25 %- per-19 Juli 2015,” pungkasnya. (Teguh)

BACA JUGA:   Di Gelar Malam ini, Malam Penghargaan Kebudayaan 2015
Previous Post

OJK Minta Pemerintah Daerah Turut Subsidi Premi Asuransi Pertanian.

Next Post

Klaim Investor Pasar Modal Diusulkan Lebih Dari Rp 100 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR